Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Slider

BID

Kejujuran tidak perlu seribu kata

Judul artikel ini sebenarnya kutipan dari Bapak Mario Teguh. Mungkin tidak terlalu lengkap kutipannya atau mungkin juga kurang tepat. Tapi itulah persepsi saya. Ketika kita berbicara sesuatu yang jujur dan dari lubuk hati yang paling dalam, maka kita tidak perlu mengeluarkan ribuan kata lagi untuk menjelaskan bahwa kita berkata jujur.

Hal ini berbeda dengan suatu ketidakjujuran. Ketidakjujuran akan memerlukan ribuan kata agar fakta ketidakjujuran itu tertutupi dan seolah-olah menjadi sebuah kejujuran. Kita mungkin setiap hari melihat kejadian-kejadian berkaitan dengan kejujuran, atau ketidakjujuran. Saking banyaknya kejadian yang kita lihat terutama dari TV atau media lain, sehingga kadang-kadang kita juga jadi bingung, ini sebenarnya siapa yang jujur, siapa yang tidak jujur, atau bahkan semuanya tidak jujur?

Mungkin saja sebuah ketidakjujuran dapat beralihrupa menjadi sebuah kejujuran dengan teknik pencitraan. Biayanya juga relatif mahal, milyaran atau bahkan trillyunan rupiah. Tapi apakah alih rupa tersebut bersifat menentramkan, atau mensejahterakan? Sepertinya tidak. Kejujuran yang berasal dari sebuah penjelmaan ketidakjujuran yang disertai dengan dana milyaran rupiah hanya akan menciptakan kesengsaraan. Dan celakanya, untuk menutupi kesengsaraan tersebut, keluarlah ketidakjujuran lain, yang tentu saja, harus disertai dengan dana milyaran rupiah lagi untuk mengalihrupakan menjadi sebuah kejujuran!

Memang akan seperti lingkaran setan. Satu ketidakjujuran, akan menciptakan ketidakjujuran lain untuk menutupi ketidakjujuran itu

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment