Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Slider

BID

NASDEM = NASI ADEM

Pada awalnya saya kira, NASDEM adalah kependekan dari NASIONAL DEMOKRAT. Rupa-rupanya saya salah, karena kepanjangannya ternyata adalah NASI ADEM (Adem = Dingin). Ya tentu saja tidak enak. Jauh lebih enak nasi panas, atau nasi goreng (NASGOR). Pantas saja banyak tokoh yang keluar dari keanggotaan NASDEM, padahal mereka merupakan tokoh kunci dan dikenal secara luas di masyarakat, misalnya Sri Sultah HB X atau Rustriningsih (Wagub Jawa Tengah).

Jargon yang diusung NASDEM adalah RESTORASI. Istilah yang populer dan hampir identik dengan perubahan ke arah positif, seperti yang terjadi di Jepang, katanya di sana ada istilah RESTORASI MEIJI. Mungkin jargon NASDEM harus diubah menjadi REPLIKASI saja. Karena memang benar-benar replikasi dari berbagai fenomena yang terjadi. Biasanya begini, mau jadi ketua, eh.. gagal. Lalu membentuk partai baru. Tapi ya mlipir-mlipir atau mengendap-endap dulu. Bikin organisasi dulu, baru partai.

Replikasi yang lain adalah, menguasai media. Ini sudah dilakukan oleh banyak kelompok atau pribadi lain. Prof. Cipta Lesmana mengakui bahwa kekuatan media sangatlah besar. Ya....tetangga sebelah juga sudah melakukan hal ini, yaitu menguasai media masa, cuma anaknya yang disuruh menguasai, bapaknya tinggal memberikan perintah!

Ujung-ujungnya mungkin juga jelas. Jika makan nasi panas, atau nasi goreng tentulah membuat kita bersemangat, apalagi yang pedas...wuih..... Lah kalau nasi dingin, ya ujungnya MASUK ANGIN!!!

Ridle juga mengatakan, PSSI harus punya etika. Benar atau tidak salah itu, yang jelas etika mungkin barang langka di republik ini. Mungkin di masa mendatang, DPR akan merancang Undang-undang yang menyatakan bahwa ETIKA adalah melanggar HUKUM!!!

AMIT AMIT.....

Reaksi:

1 comment: