Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Slider

BID

Perlu Orang Besar untuk Menghormati Orang Kecil

Judul di atas, lagi-lagi, merupakan kutipan dari Bapak Mario Teguh. Cukup unik ungkapan itu. Memang sangat mudah bagi kita untuk menghormati orang besar, misalnya orang kaya, pejabat atau orang yang terpandang. Dengan mudah dan suka rela kita akan memberikan hormat, dalam arti menyenangkan orang tersebut.

Akan tetapi, bisakah kita dengan suka rela dan sepenuh hati menghormati orang kecil? Orang miskin misalnya, atau secara lebih luas lagi, mungkin bawahan kita, pembantu kita, petugas parkir atau yang lebih mendalam, orang-orang yang meskipun kita tidak pernah berjumpa, tetapi merupakan tanggung jawab dari amanah kita.

Jika kebetulan kita seorang pemimpin, dalam arti apa pun itu, maka kita mengemban amanah yang besar bagi kesejahteraan orang yang kita pimpin. Kacaunya negeri ini, sangat mungkin dikarenakan orang-orang yang diberi amanah tidak menghormati orang kecil, dalam hal ini adalah rakyat jelata.

Yang dimaksud 'orang besar' tentunya bukan orang yang secara fisik badannya besar. Akan tetapi kebesaran hati untuk memangku sebuah jabatan, bukannya menduduki jabatan. Jika kita merasa menduduki sebuah jabatan, maka kita akan merasa enak dan lupa akan tanggung jawab kita. Akan tetapi jika kita menganggapnya sebagai memangku jabatan, tentunya tidak seenak yang dibayangkan. Para pemimpin negeri ini mungkin semuanya merasa menduduki jabatan sehingga lupa akan tanggung jawabnya dan merasa keenakan. Juga, mereka tidak mau berbesar hati untuk menghormati orang kecil (baca rakyat) yang menjadi tanggung jawab mereka.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment