Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Slider

BID

DPR Persoalkan Dana ke Green Peace Indonesia

Effendy Choirie, yang juga sering dipanggil Gus Choi, mempertanyakan aliran dana yang diperoleh lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan, yaitu Greenpeace. Katanya jumlahnya sekitar 8,7 Milliar. Menurut situs Green Peace Indonesia dana tersebut untuk kampanye negatif di Indonesia dalam masalah pengelolaan lingkungan.

Gus Choi (mungkin saudaranya Stephen Choi) menyatakan bahwa Greenpeace kerap menutupi dan berkelit tentang adanya aliran dana tersebut. Politisi PKB tersebut berencana mempertanyakan sumber dan tujuan aliran dana Greenpeace dalam rapat bersama Kementerian Luar Negeri serta pihak terkait.

Nah lho...mengapa harus dipertanyakan. Ada selorohan iseng yang menyatakan, pengelolaan lingkungan di Indonesia sudah buruk, jadi tidak perlu dikampanyekan lagi keburukannya. Tapi ada yang mendukungnya dengan argumen bahwa memang kekuatan asing sedang gencar-gencarnya memojokkan Indonesia.


Saya sendiri tidak tahu mana yang benar. Tapi urgen mana sih dana 8,7 M dengan dana sekitar 6 T dalam kasus Nazaruddin? Masih ingat kah kita dengan kasus antara Green Peace dengan perusahaan multinasional kita Sinar Mas?
Ada juga selorohan yang mengatakan bahwa anggota DPR sebenarnya hanya minta 'jatah'. Kalau gak diberi jatah, ya cerewetnya minta ampyunnnnn. Tapi kalau sudah diberi jatah ya diam, atau bahkan bisa berbalik mendukung.

Memang ada trick yang sederhana tapi cukup ampuh, yaitu dengan menuding pihak luar sebagai biang dari semua kesalahan yang ada, biang dari segala carut marut Indonesia. Mungkin memang ada benarnya, tapi jika itu terus kita lakukan, maka kita akan menjadi orang yang picik. Tidak mau berkembang. Selalu menyalahkan orang lain atau pihak lain.

Darmaji Dharmawangsa dalam Fight like a tiger, win like a champions mengambil contoh: Ini salah orang tua saya yang miskin dan tidak menyekolahkan saya; ini salah atasan saya; ini salah kondisi perekonomian yang buruk; ini salah Kadhafi; ini salah planet Mars.... hmph......

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment