Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Slider

BID

Indahnya Puasa

Berpuasa, terdapat dalam hampir semua agama atau kepercayaan yang ada di dunia ini. Anda boleh check sendiri. Itu berarti berpuasa adalah sesuatu yang penting, bermakna dan dipercaya dapat memberikan efek yang baik oleh hampir semua sistem kepercayaan di dunia ini. Hanya bentuknya yang mungkin beraneka ragam, dari berat, ringan, sampai yang ekstrem berat atau ekstrem ringan.

Dengan berpuasa, sebenarnya kita bisa menghayati hidup dengan lebih baik, jika pelaku puasa memang menghendaki adanya kehidupan yang lebih baik. Yang menjadi masalah adalah, bahwa si pelaku puasa, tidak mempunyai niat untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik. Ibadah puasa hanya dilakukan sebatas transaksional saja. Ini yang parah.
Setelah melakukan puasa, seharusnya orang dapat menjalani hidup dengan lebih damai dan bermakna bagi orang lain. Orang akan semakin memahami hak-hak orang lain dan menyadari bahwa dirinya bukanlah segala-galanya. Akan tetapi jika puasa hanya sebatas transaksional saja, ya sebenarnya tidak ada artinya. Seorang yang berpuasa, tapi hatinya tidak ikut berpuasa, maka hanya akan mendapatkan lapar dan haus saja.

Perilaku setelah berpuasalah yang sebenarnya menentukan apakah kita sebenarnya berpuasa atau tidak. Jika perilaku kita setelah berpuasa tidak ada bedanya, atau bahkan lebih parah, ya puasa kita sebenarnya tidak ada artinya sama sekali.

Dalam konteks yang lebih luas, negara sebenarnya terdiri dari individu-individu yang jumlahnya jutaan. Jika setiap individu tersebut mempunyai perilaku yang lebih baik, tentunya negara juga akan lebih baik. Jika negara tidak menjadi semakin baik, maka mungkin hanya sedikit sekali orang yang benar-benar berpuasa dengan tujuan untuk menyucikan diri dan menciptakan kehidupan yang lebih baik dan damai.

Selebihnya, No Comment...

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment