Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Slider

BID

Peraturan Wali Kota Bogor

Baru saja keluar peraturan Wali Kota Bogor yang kontroversial yaitu melarang gereja dibangun di jalan yang mempunyai nama bernafaskan Islam. Menurut Anda bagaimana peraturan tersebut? Maksudnya logis atau tidak, baik atau tidak, mendukung ke-Bhinneka-an atau tidak?

Tentunya ada berbagai pendapat dari Anda. Ada yang setuju ada pula yang tidak. Sebagai informasi, peraturan tersebut juga didukung oleh Menteri Dalam Negeri lho. Jadi sah secara hukum. Berikut ada beberapa informasi yang ada, bisa dicheck sendiri, dan ini merupakan fakta.
Masjid Istiqal Jakarta terletak di Jalan Katedral. Tentunya kita semua tahu bahwa Masjid Istiqal merupakan Masjid kebanggaan orang Jakarta, bahkan mungkin Indonesia. Nama Katedral berasal dari Gereja Katholik Katedral yang letaknya sangat berdekatan dan sudah terlebih dahulu berdiri, sehingga diberi nama Jalan Katedral.

Ada lagi, yaitu Gereja Kota Baru di Yogyakarta terletak di Jalan I Dewa Nyoman Oka, sebuah nama yang bukan gerejawi dan sebelahnya ada Jalan Abu Bakar Ali. Di jalan I Dewa Nyoman Oka juga berdiri Masjid Agung Yogyakarta, kebanggaan Umat Muslim di Yogyakarta. 

Dari Twitter ternyata banyak sekali tempat ibadah yang terletak di jalan seperti contoh di atas. Bahkan tidak terhitung jumlahnya di seluruh Indonesia.

Anda silahkan berpendapat, apakah setuju atau tidak dengan peraturan Wali Kota Bogor tersebut. Cuma, kalau dipikir-pikir, ada berapa banyak jalan di Indonesia yang memakai nama binatang. Mungkin tak terhitung. Apakah boleh didirikan tempat ibadah di sebuah jalan yang memakai nama binatang?

Kalau berandai-andai lebih jauh lagi, berapa banyak orang tua yang memberi nama anaknya dengan mengambil dari nama binatang? Meskipun terdengar indah, tapi nama Nuri, Pipit, atau yang lain lagi adalah merupakan nama binatang. Apakah itu penghinaan terhadap anak sendiri?

Dalam konteks lain, seorang yang berprestasi hebat di bidang olah raga malah diberi nama Jago. Juga banyak tim sepak bola yang menggunakan nama binatang, Singo Edan, atau bahkan Timnas Italia pun diberi julukan Ayam.......

Lantas bagaimana dengan seorang non muslim yang kebetulan bernama Ibnu, atau Arif, atau seorang berjilbab yang menggunkan nama Agnes, atau Maria?

Terserah penilaian Anda dan juga yang terhormat Bapak Wali Kota Bogor

Reaksi:

1 comment:

  1. kasihan deh itu walikota bogor pola pikirnya.....hem.....tidak mencerminkan seorang pimpinan.....ingat ISLAM ADALAH RACHMATAN LIL ALAMIN.....tidak mengajarkan pimpinan islam begitu....bahkan baru-2 ini menikah lagi dengan gadis ABG. YACH ITU HAKNYA....yang salah bukan pak walikota.....tapi rakyat bogor yang memilihnya...semoga menjadi instropeksi semua pihak.

    ReplyDelete