Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Slider

BID

Remisi untuk Koruptor?

Remisi kurang lebih berarti pengurangan hukuman bagi para tahanan. Akhir-akhir ini terjadi banyak perbincangan dan polemik, tentang pemberian remisi bagi para koruptor. Setujukah Anda? Untuk menjawab setuju atau tidak setuju mungkin kita harus berpikir sejenak, mengernyitkan dahi kita dan mengingat-ingat berbagai kejadian atau kerugian rakyat akibat perilaku para koruptor.
Pemberian remisi sebenarnya sah secara hukum, dan juga sangat manusiawi mengingat semua manusia bisa bersalah dan juga pasti bisa insyaf. Akan tetapi, pemberian remisi untuk para koruptor di negeri ini mungkin harus dicermati dengan pendekatan lain. Remisi memang hak bagi para tahanan koruptor, akan tetapi, mana hak dari para rakyat yang telah diambil haknya oleh para koruptor? Hal ini tidak pernah dipikirkan. Bahkan harta dari para koruptor, hasil korupsi, tetap menjadi hak para koruptor dan tidak diutik-utik oleh negara.

Andaikan saja, seorang koruptor terlibat kasus korupsi sekitar 100 M. Maka paling-paling akan mendekam di penjara sekitar 2 atau 3 tahun. Atau kalau cerdik bisa di bawah itu. Untuk "biaya perkara" dan "akomodasi di penjara" paling-paling sekitar 20 - 30 M. Sisanya masih dapat dinikmati lagi. Sedangkan rakyat yang 'diperas' oleh pajak tidak pernah mendapatkan kembalian, boro-boro dapat remisi.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment