Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Slider

BID

Bahasa Menentukan Kinerja (?)

Tulisan ini berawal dari sebuah percakapan iseng teman saya, yang mengatakan bahwa kita akan selalu ketinggalan dengan bangsa barat. Kita terbiasa men'jalan'kan program, sementara mereka terbiasa untuk 'running' program. Ya tentunya mereka lebih cepat sampai!!

Ada benarnya juga, dan banyak juga para ahli yang sepakat bahwa penggunaan bahasa akan menentukan karakter dari bangsa yang menggunakan bahasa tersebut. Ada ilustrasi lain, Bahasa Indonesia tidak mengenal tenses, sehingga kalau berbicara tidak perlu mempertimbangkan waktu dari apa yang dibicarakan tersebut, apakah sudah selesai, sedang dikerjakan atau telah selesai beberapa waktu yang lalu atau kemungkinan lain. Berbeda halnya ketika ada tenses, maka si pembicara harus menyatakan bahwa apa yang dibicarakan sedang dikerjakan, atau telah selesai dikerjakan atau kemungkinan lain.

Ketika seorang atasan menanyakan suatu pekerjaan kepada seorang bawahan, bisa dijawab, Iya Pak saya yang mengerjakan pekerjaan itu. Tampak bahwa sangat bias sekali. Apakah pekerjaan itu sedang dikerjakan, akan dikerjakan atau telah selesai dikerjakan. Jika ada tenses, maka bawahan tersebut harus menggunakan tenses sehingga akan jelas apakah pekerjaan itu sedang dikerjakan, telah selesai dikerjakan atau akan dikerjakan nanti di kemudian hari.

Itu hanya contoh kecil saja, mungkin ada benarnya mungkin tidak. Tapi sisi positifnya harus kita ambil, bahwa kita membiasakan diri untuk memberikan informasi secara lebih rinci meskipun tanpa tenses. Misalnya, Iya Pak, saya yang akan mengerjakan itu, atau Saya telah menyelesaikan pekerjaan itu atau yang lain.

Ada contoh lucu dari teman saya juga. Dia mengatakan bahwa bahasa kita kurang deskriptif karena suku katanya juga lebih sedikit dari bahasa Inggris. Ketika seorang mengatakan 'Saya suka susu" maka akan menimbulkan banyak persepsi. Berbeda dengan 'I like milk' lebih jelas. Harus ada kalimat lain yang mengikutinya, misalnya 'saya meminumnya setiap hari' atau 'saya meremasnya setiap hari' :) baru akan lebih jelas. Peace.....:) lol

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment