Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Slider

BID

Mukjizat Terbelahnya Gedung DPR

Pasti Anda sudah akrab sekali dengan istilah mukjizat. Mungkin yang terlintas di benak Anda adalah terbelahnya laut merah, atau sepuluh tulah yang menimpa Mesir di jaman Nabi Musa. Tapi mungkin juga bisa mukjizat yang lain. Cerita-cerita tentang mukjizat dapat kita jumpai di Buku Suci kita masing-masing, baik Al-Qur'an, Injil ataupun Kitab Suci yang lain.

Mukjizat terjadi melalui perantaraan orang suci, atau mungkin Nabi. Tapi semuanya adalah berkah Ilahi semata dan Sang Khalik yang menjadi penanggung jawab semua mukjizat tersebut. Lalu apakah sekarang ini juga masih banyak mukjizat yang terjadi? Banyak para ahli yang mengatakan bahwa sekarang ini pun mukjizat itu masih terjadi. Setiap udara yang kita hirup, atau cahaya matahari yang kita nikmati, adalah merupakan mukjizat. Tidak ada yang menolak pernyataan itu.

Apakah masih ada mukjizat yang lain? yang mungkin setara dengan terbelahnya laut merah? Saya tidak tahu. Tapi memang sepertinya, hal-hal yang spektakuler tersebut jarang terjadi. Hanya saja, beberapa ahli mengatakan bahwa mukjizat masih terjadi pada detik ini. Seorang pelajar SMU yang menolak menggunakan narkoba dan memilih mengikuti kegiatan sekolah, merupakan contoh mukjizat jaman sekarang. Atau cerita tentang seorang janda yang susah payah menghidupi 5 orang anaknya dengan bekerja keras secara halal, bahkan masih menyempatkan diri terlibat dalam kegiatan sosial. Atau cerita lain yang mungkin dapat Anda deteksi sendiri. 

Ada juga yang mengharapkan cerita tentang seorang polisi lalu lintas yang melambaikan tangan, tanda menolak puluhan ribu yang disodorkan sebagai syarat 'damai'. Atau seorang anggota DPR yang marah-marah kepada pengusaha karena memberi segepok uang demi golnya sebuah RUU. Juga diharapkan adanya cerita tentang seorang Anggota DPR yang mengembalikan uang yang diterimanya karena merasa bukan haknya dan masih banyak orang yang lebih berhak.

Cerita itu mungkin diharapkan, tapi kemungkinan kecil terjadi. Yach,, mungkin seperti orang yang mengharapkan adanya mukjizat terbelahnya gedung DPR sehingga rakyat kecil dapat melewatinya menuju tempat yang lebih sejahtera. Atau datangnya 10 tulah kepada para koruptor agar mereka melepaskan rakyat menuju kepada kesejahteraan.

Apapun itu, manusia selalu boleh berharap.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment