Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Slider

BID

SMS = Selangkah Menuju Selingkuh



Idiom di atas bukanlah idiom baru. Saya mendengar istilah itu setidaknya sudah lebih dari satu dekade yang lalu, sekitar tahun 2003-an. Waktu itu, kalau tidak salah, lagi gencar-gencarnya layanan Short Message Service yang diluncurkan oleh beberapa provide telepon seluler yang waktu itu sudah ada, yaitu Indosat, Telkomsell dan Pro-XL.

Pada awalnya, biaya SMS sesama provider relatif murah yaitu sekitar Rp. 350, sedangkan antar operator lebih mahal yaitu sekitar Rp. 1000. Beberapa lama kemudian ada kebijakan atau gak tahu namanya, sehingga SMS antar operator pun juga menjadi Rp. 350. Nah, pada saat inilah, wabah SMS mulai melanda negeri ini. Mungkin memang masih terbatas pada kalangan tertentu, akan tetapi, tidak lama kemudian, wabah HP dan SMS menjamur hampir ke segenap lapisan masyarakat.

Pada periode selanjutnya, biaya SMS semakin murah saja, sehingga intensitas orang untuk SMS menjadi semakin tinggi, dan di sinilah mulai timbul wabah-wabah SMS di antara orang yang bukan ‘muhrim’ nya dan berkembang istilah SMS adalah selangkah menuju selingkuh.

Orang mulai membuka kembali hubungan lama, istilahnya CBLK, baik yang berarti Cinta Lama Bersemi Kembali, ataupun Cinta Lama Belum Kelar. Awalnya melalui SMS, lalu pelan-pelan jumpa darat. Itu sudah menjadi modus operandi dan mungkin banyak yang mengalaminya.

Akhir-akhir ini, idiom atau jargon Selangkah Menuju Selingkuh memang sudah hampir musnah. Bukan karena orang tidak lagi selingkuh :) akan tetapi, sekarang sudah banyak sekali sarana yang menyerupai SMS bahkan lebih interaktif dan lebih memudahkan untuk selingkuh berkomunikasi. Sekarang sudah ada berbagai media social, seperti facebook atau twitter, atau juga telah muncul layanan yang lain, seperti BBM, WA, LINE, KAKAO, WECHAT dan mungkin masih banyak lagi. Apakah itu berarti perselingkuhan semakin banyak? Wah saya tidak tahu.

 

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment