Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Slider

BID

Pamrih Pengusaha yang Mendukung Jokowi Menjadi Presiden

Beberapa waktu yang lalu, Jokowi resmi mencalonkan diri menjadi Calon Presiden RI pada Pemilu 2014. Ini masih mencalonkan dan.....jika PDIP mampu memperoleh setidaknya 20% kursi di DPR RI. Jika tidak, maka pasti ada tarik ulur dengan partai lain, karena pencalonan Capres dan Cawapres setidaknya mempunyai 20% di parlemen. Tapi, sepertinya, tanpa mendahului kehendak-Nya, PDIP mampu mencapai angka 20% bahkan mungkin melebihinya secara signifikan... He he....

Sebelum Jokowi resmi mengumumkan penerimaan mandat dari Megawati, disinyalir ada banyak sekali pengusaha yang diundang ke kediaman Megawati. Jelas kita bisa menebak bahwa ini pasti berhubungan dengan 'modal'. Modal yang cukup besar untuk menjadi presiden. Bukan uang receh. Kita mencatat bahwa untuk PilPres 2004, SBY dibiayai oleh JK. Yach....JK cukup tajir untuk membiayainya sendiri, dengan dibantu oleh beberapa saja koleganya. Untuk pemilu 2009, SBY tidak ada yang membantu...lalu dari mana biayanya? Belum diungkap secara resmi. Mungkin dari Century atau mungkin dari sumber lain, yang kata AU tidak jelas :)



Lha.....apakah para pengusaha yang datang ke kediaman Megawati sebelum pencapresan Jokowi juga merupakan cukong untuk Jokowi. Jika Iya.....pasti ada pamrihnya dunkk....

Prabowo yang mencukongi pencalonan Jokowi-Ahok sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI juga punya pamrih. Yang jelas tampak adalah bahwa ingin didukung menjadi CaPres pada pemilu 2014 ini. Jadi wajarlah, jika PS cukup galau ketika PDIP tidak mendukungnya menjadi Capres....sampai bikin puisi segala.....

Kembali ke topik semula, bagaimana jika para pengusaha yang mungkin mencukongi Jokowi itu punya pamrih. Apa nanti gak repot Jokowi? Harus balas jasa, tahu diri, balas budi dan lain sebagainya.....

Pamrih kurang lebih berarti maksud yang tersembunyi untuk memperoleh keuntungan pribadi. Sepertinya pamrih itu berarti negatif ya......tapi gimana dengan ini, ketika seseorang berbuat baik kepada sesamanya, dia tidak mengharapkan apapun dari temannya, tetapi mengharapkan pahala dari Tuhan. Apakah ini bukan pamrih? Ini kan juga memperoleh keuntungan pribadi, berupa pahala dari Tuhan?

Teman saya mengatakan, kalau itu bukan pamrih. Ya lalu apa namanya? Teman saya tidak bisa menjawab. Saya sendiri menyimpulkan bahwa mengharapkan pahala dari Tuhan juga merupakan pamrih. Jadi dalam hal ini, pamrih bisa berarti negatif bisa berarti positif.

Ini adalah definisi saya sendiri, Anda protes? Silahkan buat definisi sendiri :)
Jadi dalam hal ini, kalau pun banyak pengusaha yang mendukung atau pun mendanai Jokowi Nyapres, saya berharap bahwa pamrihnya adalah demi kepentingan diri mereka masing-masing. Lho kok.....Iya... ini tidak salah ketik.

Ketika seorang pemimpin mampu memimpin dengan baik, maka keadilan akan tercipta. Entah dari mana, dalam 1 tahun, APBD DKI meningkat lebih dari 30 T. Padahal tidak ada pendapatan yang mencolok....Banyak dugaan bahwa angka ini adalah jumlah yang dijadikan 'bancaan' para penyelenggara Propinsi DKI pada periode sebelum-sebelumnya. Wuih.....

Keadilan di Indonesia, diharapkan terjadi di bawah kepemimpinan Jokowi, menjadikan iklim usaha yang kompetitif, tidak banyak setoran dan persaingan sehat. Mudah-mudahan hal inilah yang diharapkan oleh para cukong Jokowi. Dengan demikian, mereka akan berbisnis dengan lebih baik karena aparat bersih. Mereka pamrih bukan dari proyek balas budi, tetapi dari ketertiban dalam bernegara dan tentunya iklim yang kondusif untuk berbisnis. Bisnis bagi semua orang, bukan bagi segelintir orang yang dekat dengan kekuasaan tanpa melihat kompetensinya.

Sekian.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment