Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Slider

BID

Jawaban "surat terbuka dari Tasniem Fauzia" untuk Jokowi

 "Suratku untuk Yang Terhormat Bapak Jokowi,
Yang saya hormati Bapak Jokowi calon presiden Indonesia,
Dear Pak Jokowi, ini adalah surat dari salah satu anak bangsa Indonesia, yang ingin menyatakan beberapa hal kepada bapak, semoga ketika bapak membaca surat ini, bapak sedang sendiri, dan bisa menggunakan surat ini untuk perenungan bapak secara pribadi.

Jawab.
Saya bukan Jokowi, bahkan bukan salah satu dari tim sukses beliau dan lebih bahkan lagi, kenal pun tidak. Tapi saya memberanikan diri untuk menjawab surat Anda, karena saya yakin bahwa Bapak Jokowi sangat sibuk mempersiapkan diri dalam Pilpres 9 Juli besok. Mudah-mudahan Anda sudi membaca surat balasan ini, meskipun mungkin tidak layak menurut Anda. Saya yakin bahwa Jokowi sudah sering merenung secara pribadi, jauh sebelum Anda menulis surat ini.

Yang terhormat bapak Jokowi, ketika anda mengucapkan sumpah di bawah Al-Quran untuk menjadi gubernur DKI Jakarta, apakah anda masih ingat itu Pak? Mengapa bapak seolah-olah lupa dengan janji bapak kepada masyarakat dan juga janji bapak kepada Tuhan YME untuk melaksanakan tugas bapak hingga Jakarta beres?Saya hanya berharap Bapak masih ingat janji dan sumpah itu. Sebuah sumpah dan janji bukankah harus ditepati Pak…

Jawab.
Saya yakin bahwa Jokowi masih ingat sumpah yang diucapkan ketika dilantik menjadi Gubernur DKI. Peristiwa itu adalah sebuah peristiwa yang sangat penting dalam perjalanan hidup beliau. Demikian juga, saya yakin bahwa pasti Amien Rais pasti masih ingat sumpahnya ketika dilantik menjadi Ketua MPR RI. Saya harap bahwa Amien Rais telah menepati janji itu karena telah menjabat sampai habis masa berlakunya. Juga saya berharap bahwa Amien Rais masih ingat apa yang diucapkan ketika mendorong agar Prabowo Subiyakto harus di-mahmil-kan. Dalam hal ini sepertinya Amien Rais agak lupa, sehingga berikut saya lampirkan salah satu media yang telah mendokumentasikan ucapan beliau.


Yang terhormat bapak Jokowi, apakah menurut bapak, menurut hati nurani bapak yang paling terdalam, bapak mampu memimpin 250juta manusia dan rakyat Indonesia? Sedangkan tanggung jawab di Jakarta saja belum terpenuhi, Bapak malah mau mencoba mengemban tanggung jawab yang lebih berat lagi? apakah anda yakin MAMPU mengemban amanat 250 juta rakyat Indonesia yang kebanyakan masih kelaparan ini bapak? Saya mohon bapak bisa menggunakan hati nurani Bapak,pikiran jernih Bapak, bertanya kepada diri sendiri “Apakah saya mampu? Apakah saya punya kapabilitas untuk menjadi pemimpin dari tugas dan amanah yang tidak main-main ini?”

Jawab
Insya Allah Jokowi sanggup dalam memimpin 250 juta manusia di Indonesia. Jokowi telah mampu mensejahterakan 90% dari penduduk kota Solo, sehingga menjadi satu-satunya walikota di Indonesia yang terpilih kembali dengan perolehan suara di atas 90%. Akan tetapi, kejernihan hati Jokowi tetaplah belum cukup. Masih dibutuhkan peran serta dari rakyat semuanya, termasuk saya dan juga Anda sendiri, untuk tetap menjadi manusia yang juga menggunakan hati nuraninya masing-masing dan menjalankan tugas, tanggung jawab dan amanahnya masing-masing.


Yang terhormat bapak Jokowi, saya mohon anda mau menanyakan kepada batin bersih dan batin suci bapak, untuk bertanya kepada diri sendiri, apakah jika nanti anda terpilih menjadi presiden, tidak akan ada lagi pengaruh dari Ibu Megawati di mana Bapak punya keterikatan yang sangat besar dengan beliau, bahkan kita semua tahu ketika beliau menyuruh anda menjadi capres, anda pun harus nurut kepada Ibu Megawati, dan melanggar sumpah bapak ketika menjadi gubernur Jakarta?

Jawab:
Dari awal Jokowi sudah membuktikan diri, bahwa dirinya tidak bisa disetir oleh siapapun. Dengan berani Jokowi meminta untuk menentukan Cawapres-nya sendiri, tidak tergantung dari pengaruh siapapun. Dalam koalisi, juga terbukti bahwa Jokowi mensyaratkan suatu syarat yang aneh dalam koalisi di Indonesia, yaitu TANPA SYARAT! Artinya sejak awal sudah terbukti bahwa Jokowi tidak bisa dipengaruhi oleh siapapun, dalam konteks, pengaruh yang buruk. Rakyatlah yang sebenarnya sangat mempengaruhi Jokowi. Keberpihakan kepada rakyat kecil, merupakan suatu bukti kuat, bahwa Jokowi tidak mandiri, tidak independen dalam membuat suatu keputusan. Semua keputusan Jokowi selalu dipengaruhi oleh rakyat kecil, kepentingan rakyat kecil, sehingga muncul istilah koalisi rakyat.


Bapak, mohon tanyakan kepada sanubari bapak yang terdalam, dari mana anda dan team anda akan mendapatkan dana yang begitu besar untuk melakukan program-program yang nanti akan anda implementasikan jika menjadi presiden, semua program yang bapak sebutkan ketika debat beberapa waktu silam, seperti pembelian drone, program kesehatan, pendidikan, dan lainnya itu semua, butuh dana, dan dari mana asalnya selain dari menaikkan pajak Pak? Kalau dari Pak Prabowo sudah sangat jelas, akan diamankannya kekayaan alam bangsa Indonesia yang bocor yang nilainya ribuan trilyun itu per tahunnya untuk dijadikan modal program-program kebaikan pendidikan dan kesehatan. Kalau dari Bapak, dari mana Pak dananya? Sedangkan sekarang APBN kita sudah dalam kondisi defisit?

Jawab:
Mbak Tasniem Fauzia yang terhormat. Saya yakin bahwa Anda tidaklah gaptek tentang dunia informasi dan internet. Coba tolong lihat berapa trilyun uang yang berhasil diselamatkan oleh Jokowi ketika menjabat sebagai Gubernur DKI. Uang itu semuanya adalah hasil dari proyek anti bocor yang diterapkan oleh Jokowi dan tentu saja, bekerja sama dengan Ahok, yang nota bene merupakan kader Partai Gerindra. Silahkan browsing sendiri Mbak, karena saya yakin Anda sudah tahu mengenai hal itu.

Pak Jokowi, mohon anda tanyakan ke lubuk hati anda yang paling terdalam pertanyaan ini, "Apakah saya bisa berjanji kepada diri saya sendiri dan Tuhan YME untuk membela NKRI dari penjajahan asing dalam bentuk penguasaan kekayaan alam kita, sumber daya minyak, gas, tembaga, emas,semua tambang mineral kita, kekayaan darat, laut, udara Indonesia?" dan "Apakah saya sanggup dan punya keberanian untuk melakukan renegosiasi dengan pihak asing yang mengklaim pulau-pulau Indonesia sebagai daerah wilayah mereka?Apakah saya yakin saya punya kemampuan untuk memimpin dan mempertahankan keutuhan bangsa kita ini?"


Jawab:
Insya Allah Jokowi sanggup.

Bapak Jokowi yang saya hormati, anda begitu disanjung-sanjung oleh Amerika, anda dimasukkan di majalah Fortune misalnya, dan kita tahu kebanyakan penguasa kekayaan alam di Indonesia ini adalah negara Amerika yang selalu memuji-muji anda. Apakah jika nanti anda harus duduk berdiplomasi dengan negara amerika atau negara adidaya mana pun yang telah menguasai hajat hidup kami orang banyak ini, anda bisa LEBIH mengutamakan kepentingan kami sebagai rakyat Indonesia? Pak Jokowi, ada satu hal yang Amerika lupa, Founding Father kita pernah berpesan kepada kita semua bangsa Indonesia: "Ingatlah...ingatlah...ingat pesanku lagi: Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuja-puja asing, karna ia akan memperdayaimu"

Jawab:
Mbak sekarang ada di mana? Mungkin saya perlu ingatkan juga bahwa Amien Rais dulu juga sekolah di Amerika. Apakah berarti orang yang sekolah di Amerika berarti mementingkan Amerika dari pada Indonesia. Apakah orang yang sekolah di Eropa berarti sangat pro barat?

Bapak Jokowi yang terhormat, ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal batin kami, dalam karir Pak Jokowi beberapa tahun terakhir ini, Bapak sering blusukan ke tempat-tempat, dan sering diikuti dan diliput oleh wartawan. Pak Jokowi juga sempat masuk got dalam suatu acara, dan di situ banyak sekali wartawan meliput. Yang ingin saya tanyakan pak, dan ini mohon di jawab dengan hati nurani saja, apakah tidak terbesit sama sekali, bapak kemana-mana, sering ada wartawan yang meliput termasuk ketika masuk got ini, apakah ini ikhlas seutuhnya, atau karna di situ ada media supaya bisa jadi bahan cerita Pak? Bukankah akan lebih terpuji Pak jika blusukan-blusukan itu tidak perlu diliput dan disiarkan di semua media massa?

Jawab:
Bersedekah, baik sembunyi-sembunyi atau tidak, sama baiknya. Sembunyi, akan menjadi baik dengan tujuan tidak menjadi riya. Tidak sembunyi, juga menjadi baik jika bertujuan agar orang lain juga ikut bersedekah. Apa perlu Jokowi melarang wartawan untuk mengikutinya?

Bapak Jokowi yang saya hormati, kemarin di debat terakhir tentang Pertahanan bangsa, bapak bilang, “Akan kita bikin rame kalo ada yang mau ngeclaim wilayah kita jadi wilayah mereka”, dengan bapak bilang seperti ini, mohon tanyakan kepada hati bapak : "Apakah saya sanggup untuk mengorbankan jiwa dan raga saya sendiri untuk tumpah darah Indonesia seperti yang telah pak Prabowo lakukan berkali-kali dalam jejak hidupnya?"

Jawab:
Kapan ya prabowo mengorbankan jiwa dan raganya untuk negara? Orangnya masih hidup dan baik-baik saja. Apakah demi negara orang lalu boleh menghilangkan kebebasan orang lain? Apakah atas dasar demi negara, maka boleh menghilangkan warga negara itu sendiri? Jokowi itu orang sipil, jadi tidak pernah berperang secara militer. Tapi Jokowi bertempur dengan ‘cara lain’. Mensejahterakan PKL, mengatur perkampungan kumuh, meningkatkan pendapatan daerah DKI, mengurangi banjir Jakarta.

Bapak Jokowi, semoga bapak mau merenungkan pertanyaan-pertanyaan, semoga anda berkenan menjawab surat ini dengan hati nurani bapak. Surat ini tidak perlu dibalas, surat ini hanya untuk perenungan pribadi anda sebagai bangsa Indonesia yang tentunya ingin Indonesia ini menjadi negara yang bermartabat, berdaulat, adil, makmur, dan rakyatnya tidak terjajah lagi oleh bangsa asing. Sekali lagi, tanyakan kepada diri sendiri "Apakah saya mampu?"
Surat tulus dari anak bangsa Indonesia,
Nijmegen,
26 Juni 2014
Tasniem Fauzia"

Jawab:
Jokowi menang tidak membalas kok, tenang saja.

Jawaban dari anak kampung Indonesia


Note: Mudah-mudahan sesuai dengan hati nurani Anda, Semoga usaha batik Anda sukses dan Salam juga buat Mas Hanafi.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment