Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Slider

BID

Saya Pembunuh Haringga!!!!!

Lagi-lagi terjadi. Satu nyawa melayang lagi berkaitan dengan pertandingan sepak bola. Saya coba ingat-ingat, ini korban yang ke berapa yach?....tapi ternyata sulit sekali mengingat ini korban ke berapa... :( 

Sekitar April 2018 yang lalu, seorang bonek bernama Micko Pratama, juga tewas. Lebih lama lagi, Juli 2017, Ricko Andrean juga mengalami nasib yang sama. Ini hanya ingatan saya sepintas, mungkin ada lebih banyak lagi korban yang tidak sempat saya ingat, atau memang sengaja saya lupakan, atau bahkan saya tidak tahu.

Model dan runtutan peristiwanya secara garis besar juga sama. Setelah ada korban, lalu orang-orang beramai-ramai menyerukan perdamaian. Peace......Hentikan kekerasan. Stop pengeroyokan.....Tindak pelakunya.....bla...bla...bla.......

Setelah beberapa bulan, orang menjadi lupa lagi.....dan.....dengan agak sedih harus dikatakan, bahwa akan terjadi lagi peristiwa yang sama......

Sampai kapan ini akan terus menerus berulang.

Korban yang meninggal, entah dikeroyok entah tidak, adalah dibunuh....lalu yang membunuh siapa? SAYA...iya saya.....Jika itu adalah pengeroyokan, berarti saya tidak sendiri. ya memang tidak sendiri. Lalu siapa yang menjadi partner saya dalam melakukan pembunuhan? ya Anda. iya Anda yang sedang membaca tulisan ini. Kita.

Kita secara tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja, menjadi salah satu pengeroyoknya. Kita cuek dengan kondisi ini, Tidak ambil pusing, membiarkan anak kita berkendara secara ugal-ugalan, tidak menggunakan helm ketika naik motor, menerobos lampu merah ketika berkendara....dan banyak lagi perbuatan kita yang melanggar hukum tetapi kita anggap 'WAJAR'.

Itulah bibit dari vandalisme, arogansi, dan salah satu ujungnya adalah tidak ada penghargaan terhadap orang lain, bahkan nyawa orang lain.

Kita adalah rakyat, dan ketika menyebut rakyat, maka pemangku jabatan adalah termasuk di dalamnya. Pemimpin adalah dipilih rakyat dan berasal dari rakyat juga. Jadi kita semua, rakyat, masyarakat dan juga pemimpin-pemimpinnya, secara sengaja atau tidak sengaja, sadar atau tidak sadar adalah pelaku pengeroyokan terhadap Haringga, Micko, atau pun yang lain. Dan saya harap kita tidak bekerja sama lagi dalam pengeroyokan korban berikutnya.

#satir

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment