Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Slider

BID

Mengapa PLN sering mati lampu?

Jika anda adalah pelanggan PLN (tentunya iya ya) pasti tahu kalau PLN sering mati. Byar-pet istilahnya. Sampai sekarang keluhan itu masih ada. Bahkan ada lelucon yang mengatakan bahwa ada paradigma baru PLN yaitu dari pemadaman bergilir diubah menjadi penyalaan bergilir!! Itu sama saja.

Setelah merenung-renung selama beberapa tahun, maka barulah saya tahu mengapa hal itu terjadi. Berikut adalah beberapa alasan, termasuk keuntungan dari adanya 'penyalaan bergilir' dari PLN:

1. Konsisten.
Sering matinya lampu PLN menunjukkan bahwa PLN adalah salah satu lembaga negara (atau apapun sebutannya) yang konsisten, tidak tergantung dari musim dan waktu. Musim kemarau, pemadaman dilakukan karena kekurangan debit air yang menggerakkan generator, dan musim hujam pemadaman dilakukan karena banyak kabel yang putus ditimpa pohon atau sekering yang terkena petir.

2. Earth Hour
Banyak sekali lembaga pecinta lingkungan hidup yang mewaspadai adanya ancaman global warming dengan melakukan pemadaman lampu secara serempak selama satu jam. PLN sudah melakukannya dari dulu, bahkan berjam-jam atau berhari-hari. Ini menunjukkan bahwa PLN peduli dengan lingkungan hidup dari dulu.

3. Latihan Pengendalian Masa
Negara maju seperti Amerika pernah heboh karena black out atau lampu mati secara total. Mereka tidak terbiasa karena biasanya ketika lampu mati ada pemberitahuan atau ada cadangan energi. Jadi ketika terjadi lampu mati secara total, mereka panik dan dikira ada ancaman teroris. Di Indonesia, lampu mati sudah biasa sehingga tidak panik.

4. Peduli Industri Lain
Dengan seringnya lampu mati, maka rakyat terbiasa menyiapkan cadangan sendiri, misalnya lilin. Ini akan menggairahkan produsen lilin dan juga energi alternatif yang lain.

5. Menghibur Rakyat
Meskipun pihak PLN sudah tahu betul alasan pemadaman lampu, tapi mereka sering memberikan alasan yang lucu-lucu sehingga menghibur rakyat. Misalnya karena tidak ada bahan bakar batu bara, atau sekering rusak atau alasan lucu yang lain.

Sudah tahu alasannya. Nah, jadi lestarikan budaya lampu mati di Indonesia. Kalau bukan kita, siapa lagi yang harus melestarikan budaya warisan leluhur ini.

Reaksi:

9 comments:

  1. kalo alasan tidak ada pasokan bahan bakar ya memang benar dan itulah masalah utamanya,, jadi samasekali bukan alasan yg lucu

    ReplyDelete
  2. ah g juga,Di kaltim sapa yg gtw batu bara melimpah ruah,.tp semnggu bs mati lampu 3 ampe 4 Kali

    ReplyDelete
  3. bohong banget... :/

    ReplyDelete
  4. ga pada professional cuy....sdm pln nya lemah....!!!untuk mendeteksi yang nyolong listrik aja ga beccusss.... padaha pln khan perusahaan negara (BUMN) ga ada saingan, harusnya kalo ga pada di korup pln ga kaya sekarang ini dikit2 pln merugi,dikit2 pln merugi kok rugi dikit2?....dassaaaarrr listrik aja dikorup sekalian aja petir jg lo korup!!!! hahahahha

    ReplyDelete
  5. Hahhaa... bentuk pemfokusan energi positif menanggapi 'byar pet'...
    Anyway..klo dipikir2 kebutuhan akan energi d indonesia makin lama makin banyak..banyak yg masih belom peduli hemat energi..tengah mlm masi bnyk yg nyalain lampu terang2 terutama d p.jawa.. hal ini yg bikin teman2 astronomist kesusahan..
    Waktu main ke pusat riset Boscha, Bandung, diliatin klo polusi cahaya d Bandung dr tahun k tahun tak terbendung.. ini jg berakibat sulitnya perkembangan ilmu astronomi kita

    ReplyDelete
  6. jiah palingan ini yg buat postingan pegawai pln .-.

    ReplyDelete
  7. Seringnya pemadaman listrik bukan alasan untuk pengendalian massa masbro, kita tau sendiri udah berapa banyak warga di daerah terpencil melakukan perusakan terhadap kantor/gedung pln, karena alasan seringnya pemadaman listrik.
    Jadi alasan pengendalian massa sama sekali nggak tepat, tapi yang tepat adalah amukan massa

    ReplyDelete
  8. Hihihi gua suka tulisan ini, berbau sarkas yang positif... Mungkin banyak yang gagal paham, tapi maksud penulis sepertinya mengarahkan pembaca agar mengerti kalo PLN memang "Begini" dan ga bisa dibandingin dengan negara lain yang maju secara kualitas, kelihatan koq.

    ReplyDelete