Ocean's 8

Komedi/Kriminal.

If I Stay

Roman/Drama

MacGyver S6 Ep. 1

Tough Boys

The Losers

Actions

Slider

Showing posts with label Misteri. Show all posts
Showing posts with label Misteri. Show all posts

30 May 2021

The Night Clerk (2020)

Sebagai seorang yang mengalami autis, atau syndrom asperger, Bart Bromley tetap berusaha hidup normal dengan bekerja sebagai resepsionis hotel. Bart ditempatkan di shift malam antara pukul 20:00 sampai dengan 04:00 dini hari. Bart sebenarnya seorang yang cerdas dan mempunyai banyak pengetahuan, hanya susah bergaul dengan orang lain atau seperti mengalami kesulitan dalam bersosialisasi. Ibunya, Ethel Bromley tetap berusaha memperlakukan sebagai orang normal dan berusaha mengasuhnya meskipun ayahnya sudah meninggal dunia.

Bart juga seorang yang ahli teknologi. Dia memasang CCTV hampir di semua kamar hotel, tanpa ketahuan orang orang lain. Bart merekamnya, lalu dipergunakan untuk berlatih dalam bercakap-cakap. Ini penting karena Bart sangat sulit untuk berkomunikasi secara normal dengan orang lain. Dengan latihan ini, dia berusaha untuk mampu bersosialisasi secara normal, layaknya orang seumuran dia.

The Night Clerk (2020)
Suatu malam, ketika sedang bekerja, Bart mendapatkan tamu yang misterius karena check in pada dini hari, Karen Perretti. Ketika dia mengamati lewat CCTV, rekannya sudah datang lebih awal, sehingga Bart pulang lebih dulu. Dia mampir beli es krim baru pulang ke rumah dan mulai melihat CCTV di kamar tamu yang misterius tersebut. Tetapi tiba-tiba wanita itu terlibat pertengkaran dengan seorang pria. Bart segera datang ke hotel itu lagi, tetapi tiba-tiba terdengar suara pistol dan Karen tewas tertembak. Rekan kerja Bart masuk ke kamar dan mendapati korban, serta Bart yang ada di kamar itu.

Polisi segera datang, tetapi Bart sempat mengambil MMC untuk merekam CCTV, meskipun ada satu yang terjatuh. Polisi mencurigai Bart, tetapi belum tahu motivasinya. Suami korban, Nick Perretti juga meminta polisi segera menangkap Bart, tetapi belum ada bukti dan juga dilindungi oleh ibunya Bart. Sementara dalam proses penyelidikan, Barti dipindahkan ke hotel lain di kota itu juga.

Di cabang yang baru, Bart mendapatkan tamu Andrea Rivera, yang sangat baik kepada Bart karena juga mempunyai kakak autis tetapi sudah meninggal dunia. Bart lama-lama jatuh cinta kepada Andrea, tetapi Andrea sudah punya pacar seorang pria yang sebenarnya sudah beristri. Tetapi Bart berubah menjadi modis, mengganti mobilnya, bercukur dan ingin mengaja kencan Andrea. Andrea bersikap baik kepada Bart, tetapi tidak benar-benar ingin melakukan kencan.

Andrea Rivera dan Bart Bromley
Penyelidikan berjalan terus dan Bart semakin dicurigai oleh detektif. Bart lalu melihat rekaman pembunuhan dan hanya melihat bahwa pria pembunuh itu mempunyai tato bergambar burung di lengan sebelah kanan. Bart tidak mau menunjukkan kepada polisi. Bart juga terus mengawai Andrea lewat CCTV, dan suatu saat dia melihat Andrea bercumbu dengan pria selingkuhannya dan ternyata juga mempunyai tato yang persis dengan pembunuh Karen.

Bart segera menuju hotel dan sempat bertemu dengan pria itu yang ternyata adalah Nick. Andrea marah kepada Bart. Tetapi dia disuruh oleh Nick untuk menemui Bart dan mengambil semua rekaman yang ada. Andrea menurut saja. Dia datang ke rumah Bart mencoba berhubungan baik. Ibu Bart agak curiga tetapi membiarkan saja mereka berdua bercakap-cakap.

Suatu saat, Andrea ke rumah Bart dan tidur di sana. Tetapi itu hanya siasat untuk mendapatkan semua rekaman yang ada. Setelah mendapatkan rekaman tersebut, Andrea keluar dan ditemua oleh Nick. Tetapi rupanya Bart juga sadar. Dia telah mengcopy rekaman tersebut dan juga menyimpan pistol yang dipergunakan untuk membunuh Karen. Bart lalu memberikan bukti itu kepada polisi yang segera bergerak untuk menangkap Andrea dan selingkuhannya.

13 May 2021

Seized (2020)

Nero adalah mantan agen MI6 yang dikhianati sehingga identitasnya diketahui. Ini membuat para penjahat menculik istrinya dan meyanderanya. Nero gagal menyelematkan istrinya sehingga terbunuh. Nero lalu mencari dan membantai seluruh pembunuh istrinya. Ini menyebabkan dia diberhentikan, lalu pergi ke Meksiko dan hidup normal sebagai seorang konsultan keamanan dan juga mengasuh anaknya, Taylor yang sudah mulai beranjak dewasa.

Selama 15 tahun berikutnya, Nero berusaha menjalani kehidupan secara normal, meskipun kesulitan mendidik anaknya sendirian. Tiba-tiba dia ditembak bius, lalu anaknya diculik. Dia bingung lalu mendapatkan telepon yang menyatakan bahwa dia harus melakukan apa yang diinginkan atau anaknya akan terbunuh. Telpon itu juga disertai dengan video tentang anaknya yang dikurung dalam suatu container dengan beberapa luka kecil di wajahnya. Orang yang menelpon ternyata bernama Mzamo, seorang bos kartel di daerah situ yang berambisi menguasai kartel sepenuhnya di daerah itu.

Seized (2020)
Nero diberikan fasilitas senjata dan mobil untuk melakukan misi pembunuhan anggota kartel lain yang ada di daerah itu. Nero juga disuruh menggunakan rompi di mana ada kamera di dadanya, sehingga Mzamo dapat melihat apa pun yang dilakukan Nero.  Nero tidak bisa berbuat banyak kecuali mentaati syarat tersebut agar anaknya selamat. Tetapi dia minta bisa berbicara dengan anaknya melalui kamera sehingga tahu bahwa anaknya masih hidup.

Nero melakukan misi pertamanya dengan membunuh beberapa anggota kartel ketika sedang berada di suatu hotel. Nero yang merupakan mantan agne khusus meskipun sudah pensiun 15 tahun lamanya. Dengan senjata yang diberikan Nero berhasil melaksanakan misinya sehingga bisa berbicara langsung dengan anaknya. Nero menenangkan anaknya dan meyakinkan bahwa dirinya akan datang menyelamatkan Taylor. Tapi perbincangan itu tidak lama karena telah diputus oleh Mzamo.

Nero kesulitan karena dia tidak tahu siapa yang menculik anaknya. Tetapi dia harus tetap melakukan misi kedua, yaitu membunuh tokoh kartel lain yang sedang berpesta di suatu tempat. Nero datang ke situ dan mulai menjalankan misinya. Ketika dia akan menembak bos kartel terakhir di gedung itu, dia sengaja menelpon penculik anaknya dan memancing agar berbicara dengan korban yang akan ditembak. Ini strategi Nero agar dia mengetahui siapa yang menculik anaknya. Tetapi upaya itu gagal karena Mzamo sudah tahu gelagat Nero.

Mzamo rupanya tahu tentang Nero dari Donovan. Donovan juga ada bersama Mzamo melihat aksi Nero melalui kamera di dadanya. Donovan adalah partner Nero ketika menjadi agen dan juga orang yang mengkhianati Nero sehingga penjahat tahu identitas Nero dan menculik istrinya. Tetapi sampai misi kedua, Nero belum tahu tentang Mzamo dan juga tentang Donovan, sehingga mau tidak mau dia harus melaksanakan misi yang ketiga.

Dalam misi ketiga, rupanya sasaran lebih sulit. Omar Chavez, bos kartel lain, sudah mengetahui bahwa ada dua bos kartel yang telah dibantai oleh satu orang saja. Dia menduga bahwa ini perbuatan agen CIA, atau MI6 atau agen yang lain. Tetapi dia belum tahu dan menyuruh anak buahanya bersiap-siap. Karena itulah, Nero gagal membantai Omar bahkan tertangkap.
Nero menyelamatkan anaknya, Taylor dari penculikan kartel

Mzamo tahu bahwa Nero tertangkap dari kamera di dada Nero yang sekarang telah dimatikan oleh Omar. Nero dianggap mati dan ini sangat menggembirakan Donovan, karena dia takut kepada Nero jika masih hidup. Dalam kondisi ini, Mzamo segera mengirim orang untuk menyerang Omar karena rupanya lokasi mereka tidak berjauhan. Nero diinterogasi oleh Omar tetapi tidak bisa memberikan informasi apa-apa karena memang tidak tahu apa-apa. Justru Omar yang akhirnya memberi tahu bahwa penculiknya adalah Mzamo, ini berdasarkan video yang ada di telepon Nero yang diambil oleh Omar.

Ketika Omar akan membunuh Nero, datanglah serangan dari anak buah Mzamo. Nero memanfaatkan waktu ini untuk meloloskan diri dan juga membunuh Omar. Tapi Nero sudah tahu lokasi Mzamo yang juga mungkin merupakan lokasi anaknya yang diculik. Taylor berusaha membebaskan diri karena yakin bahwa dirinya akan dibunuh karena tahu wajah Mzamo penculiknya. Tetapi Taylor gagal lari, tetapi memang diselamatkan oleh Mzamo ke tempat lain, untuk berjaga-jaga.

Donovan yang mengira bahwa Nero sudah mati ingin membunuh Taylor. Ini sudah diduga oleh Mzamo dan memberikan kunci ruangan Taylor. Tetapi karena Taylor tidak ada, Donovan dan Mzamo bertikai dan saat itulah Nero datang. Nero yang kaget ada Donovan segera sadar bahwa Donovan lah yang mengkhianati dirinya sehingga istrinya terbunuh. Nero segera menembak Donovan hingga tewas dan terjadi pertikaian segitiga, antara Nero, anak buah Donovan dan Mzamo dan istrinya karena anak buahnya sedang menyerang Omar.

Nero berhasil membunuh anak buah Donovan dan menodongkan senjata ke Mzamo. Tetapi Mzamo berkata bahwa dirinya sekarang yang berkuasa dan dia selalu menepati janji untuk memberikan Taylor kembali kepada Nero setelah missi selesai. Mzamo juga mengatakan bahwa jika dia dibunuh, maka pasti akan ada anak buahnya yang akan menuntut balas dan masalah tidak akan selesai. Tetapi jika dia melepaskan Mzamo dan istrinya, Alanza, maka dia menjamin bahwa tidak akan ada lagi kartel yang mengganggu Nero dan anaknya. Dia meyakinkan Nero karena sekarang hanya dialah bos kartel di daerah situ.

Nero menerima tawaran Mzamo dan membebaskan Mzamo dan istrinya. Ini strategi kata Nero kepada Taylor anaknya.

10 April 2021

Ghosts of War (2020)

Chris terbangun sementara 4 tentara anak buahnya tidur membentuk sebuah lingkaran di mana di tengahnya ada semacam tunggul pohon besar. Di hadapannya, agak gelap ada sesosok pria, membawa pistol, menodongkannya sambil menghisap cerutu. Terbata-bata Chris berkata, Apa yang Anda inginkan? Untunglah akhirnya orang itu pergi. Chris dan 4 prajurit yang lain bertugas untuk pergi ke suatu mansion, lalu menjaganya, menggantikan tentara yang telah bertugas. Nanti akan ada suply logistik secara rutin dan setelah itu akan datang tentara pengganti yang lain. Suatu tugas yang menurut mereka sederhana karena mereka adalah tentara Perang Dunia II yang tangguh.

Dalam perjalanan ke mansion tersebut, mereka bertemu tentara Jerman naik jeep yang terkena ranjau darat. Beberapa tentara tewas, dan dua tentara yang lain mereka bunuh. Mereka juga bertemu dengan penduduk lokal yang mengungsi karena perang. Mansion yang mereka tuju terletak di Perancis dan milik keluarga Mr. Helwig, seorang yang menyelamatkan banyak nyawa Yahudi, tetapi akhirnya ketahuan dan tertangkap oleh pihak Nazi.

Ghosts of War (2020)

Akhirnya mereka sampai di mansion dan bertemu dengan tentara yang bertugas sebelumnya. Perilaku aneh tampak pada tentara sebelumnya, karena mereka segera ingin pergi tanpa memberikan banyak keterangan. Mereka hanya meninggalkan radio rusak karena yakin dapat diperbaiki oleh anak buah Chris. Mereka mulai melakukan orientasi mansion tersebut agar dapat menjalankan tugas dengan baik.

Malam harinya mereka mulai menemukan hal-hal yang aneh, seperti suara-suara yang aneh dan juga bayangan orang-orang yang sering muncul dan menghilang. Mereka memutuskan untuk mencari informasi tentang latar belakang rumah tersebut. Informasi mereka peroleh dari jurnal yang mereka temukan. Ternyata keluarga Mr. Helwig dibantai oleh tentara Jerman. Anak perempuan mereka digantung di depan ayah dan ibunya. Adik laki-lakinya ditenggelamkan di bak mandi, juga di depan orang tuanya. Mr. Helwig dibakar sampai mati dan Mrs Helwig tubuhnya diledakkan sampai hancur.

Mereka juga mendapatkan suara dalam bentuk kode morse. Isi dari morse tersebut adalah Ini tidak nyata. Selain itu ada juga pesan, Aku tidak punya kaki. Aneh isi pesan itu. Mereka juga sering dihantui oleh hantu-hantu yang mereka duga adalah hantu keluarga yang belum dimakamkan secara layak. Ketika radio mereka perbaiki, ada kabar bahwa 1 truk tentara Jerman diperkirakan akan melintas. Mereka tidak bisa pergi karena akan terkena pengadilan militer, menolak perintah. Mereka lalu mengunci pinta sehingga seolah-olah rumah itu kosong lalu bersiap menghadapi tentara Jerman yang jumlahnya berlipat. 

Tentara Jerman melintas di depan mansion. Mereka hampir berhasil mengelabui tentara Jerman. Tetapi ketika tentara akan pergi, muncullah suara-suara aneh itu lagi, sehingga tentara Jerman menyerbu masuk. Mereka berlima berperang menghadapi puluhan tentara Jerman. Tetapi ketika mereka terdesak hantu-hantu itu muncul dan menghabisi tentara Jerman semuanya. Pembantaian balasan oleh keluarga Mr. Helwig. Hanya Buchie yang terluka parah dan disuntikkan morfin agar tidak merasa kesakitan.

Suara-suaran dan kejadian aneh masih bermunculan setelah itu. Buchie berteriak-teriak, ini tidak nyata, ini tidak nyata, terus menerus, lalu akhirnya meninggal. Buchie dimakamkan secara layak dan berempat sepakat pergi dari mansion dan siap jika nanti akan menghadapi pengadilan militer. Mereka pergi, tetapi mereka seperti terjebak dalam labirin. Mereka melalui ambulance rusak terus menerus, mereka menemui tentara Jerman naik jeep lagi, dan juga menemui pengungsi yang sama ketika mereka datang. Karena bingung dan akhirnya memutuskan untuk kembali lagi ke mansion.

Chris dan teman-teman mengira bahwa ini adalah kutukan vetrulek. Mereka juga menemukan adanya lantai yang digambari area ritual secara melingkar. Akhirnya mereka memakamkan seluruh tentara Jerman. Mereka juga memancing para hantu agar muncul sehingga mereka tahu di mana jasad mereka, dan mereka berniat memakamkan agar kutukan itu menjadi hilang.

Akhirnya hantu itu muncul. Hantu Mrs. Helwig menyeret Chris. Chris berteriak-teriak agar ditembak, tetapi karena hantu maka tidak bisa ditembak. Ternyata Chris diseret ke gudang belakang rumah dan di situlah mereka menemukan jasad keluarga Mr. Helwig. Keempat jasad tersebut dimakamkan secara layak di halaman mansion tersebut. Harapannya adalah agar kutukan itu hilang dan mereka bisa menjalankan tugas dengan baik.

Kelima Tentara yang Menghadapi Musuh yang Berbeda

Namun ternyata tidak seperti yang diharapkan. Mereka menemukan tulisan bahwa dengan memakamkan, maka mereka memberikan kekuatan baru kepada hantu-hantu tersebut untuk membalas dendam. Mereka juga menemukan bahwa Mr. Helwig ternyata bukan orang Jerman atau orang Perancis, tetapi orang Afghanistan. Mereka sangat bingung. Tetapi terlambat. Keempat hantu menyerang mereka berempat secara serempak. Mereka tidak mampu membalas. Ketika Chris hampir mati, tiba-tiba dia bangun dan sedang berada di sebuah rumah sakit yang modern.

Di situ ada Dr. Engel yang menjelaskan bahwa mereka sedang dirawat di sebuah rumah sakit khusus karena cedera mereka yang sangat parah. Chris sangat bingung tetapi akhirnya ingat kejadian yang sebenarnya. Dia berlima ditugaskan untuk menjemput seorang dokter yang pro Amerika tetapi ketahuan oleh ISIS. Ketika mereka akan menyelamatkan dokter tersebut, datanglah ISIS beserta pasukannya ke rumah itu. Mereka disembunyikan dalam sebuah kamar rahasia di rumah dokter tersebut. Di kamar tersebut juga terdapat bom.

ISIS memaksa mereka mengaku tetapi mereka tidak mengaku. Di situ juga ada tentara ISIS yang menyalakan cerutu, persis seperti gambaran Chris ketika terbangun di awal-awal dulu. Tentara memukul istri dokter, menggantung anak perempuan dan menenggelamkan adik laki-lakinya di wastafel. Mereka berlima dan penghubung di kamar rahasia itu tidak bisa berbuat apa-apa karena jika ketahuan maka akan menimbulkan efek yang lebih besar. Selain itu, jumlah tentara ISIS juga sangat banyak. Akhirnya mereka membakar dokter tersebut di kursi lalu meninggalkan rumah itu.

Mereka keluar dari kamar rahasia tetapi semua sudah terlambat. Mereka berlima akan pergi. Tetapi istri dokter sangat marah. Dia mengambil bom lalu meledakkannya di tengah kelima tentara tersebut. Dalam kondis sekarat, dia berkata Vetrulek. Artinya suatu kepercayaan kuno yang menyatakan bahwa jika seseorang membiarkan sebuah kejahatan terjadi, maka kejahatan itu akan menghantuinya sepuluh kali lipat.

Dr. Engel menjelaskan bahwa karena mereka berlima kondisinya sangat parah, maka dilakukan modifikasi otak dengan membuat simulasi di perang dunia kedua. Tujuannya karena perang dunia kedua ada unsur persahabatan yang diharapkan bisa menyembuhkan trauma mereka berlima karena cedera sangat parah, di antaranya harus amputasi kaki. Itulah mengapa mereka mendapatkan kode morse, aku tidak punya kaki. Ini adalah pesan dari dirinya sendiri yang masuk ke simulasi memori tersebut.

Buchie juga akhirnya meninggal dalam proses simulasi tersebut. Chris yakin bahwa simulasi ini cacat atau mungkin ada virusnya. Terbukti dia masih ingat kejadian di Afghanistan. Selain itu, Chris yakin bahwa simulasi ini membawa arwah keluarga Mr. Helwig menjadi nyata. Dalam kondisi ini, Chris minta dimasukkan kembali ke simulasi untuk mengatasi permasalahan keluarga Helwig. Akhirnya diijinkan dan Chris masuk kembali ke simulasi.

Chris terbangun dari tidur melingkar seperti dulu tetapi hanya berempat, tidak ada Buchie. Lalu di hadapannya muncul orang yang menodongnya sambil menghisap cerutu, hanya sekarang cerutunya lebih jelas. Chris dengan tegas berkata, apa yang Anda inginkan. Chris dan teman-teman telah masuk ke simulasi lagi, tetapi hanya berempat karena Buchie telah meninggal.

30 March 2021

The Ninth Gate (1999)

Andrew Telfer ditemukan bunuh diri di perpustakaan pribadinya. Dean Corso, seorang detektif buku dipanggil untuk menilai warisan buku yang ditinggalkannya. Dean Corso mengambil beberapa buku dan sanggup mencarikan pembeli bagi buku-buku lain yang mahal. Dean Corso juga bekerja sama dengan pemilik toko buku langkah Bernie.

Tiba-tiba Corso dihubungi oleh seorang kolektor buku kenamaan, Boris Balkan. Balkan menawarkan uang yang sangat tinggi bagi Corso untuk menyelesaikan pekerjaan yang sangat sulit. Boris membeli sebuah buku dari Telfer sebelum meninggal dan hanya ada 3 buku seperti itu di dunia ini. Boris ingin Corso melihat dua buku yang lain dan membandingkannya dengan yang dia miliki. Buku itu berisi tentang gambar atau ukiran yang ternyata bisa membuka 9 gerbang, sehingga yang melakukannya akan menjadi maha kuasa. Konon buku tersebut ditulis oleh penulis yang mendapatkan inpirasi langsung dari Lucifer.

The Ninth Gate (1999)

Dean Corso yang awalnya menolak akhirnya setuju karena tawaran uang yang sangat tinggi dari Balkan. Corso harus menemui dua kolektor yang lain yang memiliki buku tersebut, yaitu Viktor Vargas dan Baroness Kesser. Tetapi sebelumnya, Corso menemui Janda Telfer yaitu Liana Telfer. Liana Telfer ternyata tidak tahu kalau suaminya menjual buku tersebut dan memintan Corso untuk menjual kembali kepadanya. Corso yang profesional tidak bersedia dan mulai curiga karena ada orang yang membuntutinya. Corso menitipkan buku ke Bernie agar aman.

Di apartemennya, dia didatangi oleh Liana dan memaksa untuk mengambil kembali buku tersebut. Corso segera buru-buru ke tempat Bernie, tetapi terlambat, Bernie sudah terbunuh, meskipun pembunuhnya tidak berhasil mendapatkan buku yang disembunyikan oleh Bernie. Corso ingin membatalkan kontrak dengan Balkan, tetapi akhirnya bersedia terbang ke Eropa untuk menyelidiki keaslian buku tersebut. Balkan sudah melakukan ritual persis dengan buku yang dimilikinya, tetapi gagal. Berarti mungkin dua buku yang lain yang asli sehingga Balkan membayar tinggi Corso untuk menyelidik hal tersebut.

Corso mula-mula menemui Si Kembar Ceniza, pemilik buku sebelum Telfer. Di situ dia mendapatkan informasi bahwa setiap ukiran ada initialnya. Yang asli adalah LUC yang berarti Lucifer sedang yang palasu adalah AT, initial penulis buku. Ini informasi penting bagi Corso. Selama dalam perjalanannya, Corso sering diikuti oleh orang asing, bahkan hampir terbunuh, tetapi dia juga diikuti oleh 'The Girl' yang melindunginya. Corso tidak mengenal The Girl tetapi mungkin itu orangnya Balkan untuk menjaga dirinya.

Corso berhasil menemui Victor Fargas, tetapi dia tidak ingin menjual buku tersebut. Fargas mengijinkan Corso untuk melakukan penelitian dan akhirnya membuat penemuan penting. Dari 9 gambar di buku Fargas adalah 6 dengan tanda AT dan 3 dengan initial LUC. Demikian juga di buku Balkan. Kesimpulannya bahwa buku yang ketika juga demikian. Sehingga petunjuka 9 ukiran atau gambar tersebut sebenarnya disimpan dalam tiga buah buku tersebut. Gambar dalam kedua buku tersebut ada berbeda, misal jumlah menara, tangan kanan atau kiri yang memegang kunci dan lain-lain.

Balkan sangat senang mendapatkan informasi tersebut dan ingin segera mendapatkan 3 gambar initial LUC dari pemilik buku ketiga. Tetapi ketika Corso kembali ke Fargas, dia telah dibunuh dan bukunya telah dibakar. Corso berhasil menyelamatkan sisa-sisa buku yang belum terbakar dan segera terbang menemui Baroness Kesser. Dalam pernjalanan itu, Corso selalu terancam jiwanya, tetapi The Girl selalu menyelamatkan dan melindunginya.

Corso berhasil menemuai Kesser, tetapi dia tidak mengijinkan melihat bukunya. Tetapi setelah Corso menunjukkan hasil temuannya, Kesser akhirnya mengijinkan. Sesuai dugaan, ternyata ada 3 gambar di buku Kesser yang berinitial LUC, sehingga lengkapnya 9 ukiran yang asli dan difotokopi oleh Corso. Tetapi tiba-tiba datanglah pembunuh yang mencekik Baroness Kesser dan membakar perpustakaannnya. Corso berhasil meloloskan diri dan telah membawa gambar asli yang berinitial LUC.

Sesampai di hotel, ternyata buku Corso juga hilang. Pencurinya ternyata Liana Telfer. Corso dan The Girl membuntuti Liana Telfer dan ternyata mereka adalah sekte yang juga ingin membuka gerbang berdasarkan gambar-gambar tersebut. Dalam upacara itu, Balkan tiba-tiba datang dan membubarkan ritual tersebut. Balkan juga berhasil mengumpulkan 9 gambar tersebut dan berterima kasih kepada Corso. Tetapi Corso tidak setuju dengan perilaku Balkan.

Dean Corso, Detektif Buku Langka

Corso berhasil melacak lokasi di mana Balkan berniat melakukan ritual untuk membuat 9 gerbang tersebut. Tetapi ternyata Balkan gagal melakukan ritual tersebut dan dirinya terbakar. Corso sangat heran. Tetapi The Girl bilang bahwa gambar yang kesembilan adalah palsu sehingga Balkan gagal melakukan ritual. The Girl sangat misterius dan bola matanya sering terangkat ke atas, seolah-olah dia adalah makhluk supranatural.

Corso pergi dari situ berdua dengan The Girl. Tiba-tiba The Girl menghilang. Tetapi di mobilnya dia mendapatkan pesan dari The Girl yang sudah menghilang, untuk menemui Si Kembar Ceniza. Tetapi mereka tidak ada, hanya ada dua orang yang sedang membongkar bangunan tersebut. Ketika memindahkan meja, ada kertas yang jatuh yang berisi gambar dengan initial LUC. Inilah gambar yang membuka gerbang kesembilan.

19 March 2021

Inferno (2016)

Bertrand Zobrist adalah seorang milioner yang mempunayi wawasan yang sangat maju dibandingkan orang biasa. Dia berpandangan bahwa populasi manusia berkembang tidak terkendali, sehingga akhirnya akan memusnahkan dirinya sendiri. Oleh karena itu, populasi harus dikurangi secara drastis, yaitu dengan menyebarkan virus yang bisa menginfeksi jutaan orang dalam waktu singkat, sehingga populasi manuasia akan terkurangi secara drastis dan menyelamatkan kehidupan manusia selanjutnya.

Inferno (2016)

Idenya semakin berkembang setelah berpacaran dengan Sienna Brooks. Mereka berdua merancang bencana itu, tetapi Zobrist tetap merahasiakannya dari Sienna. Zobrist menyewa jasa keamanan profesional, Harry Sims untuk menjalankan rencananya, yaitu menyebarkan video tentang bencana setelah bencana virus itu terjadi. Malangnya, Zobrist meninggal karena dikejar-kejar oleh Christoph, orang WHO yang berencana menjual virus itu ke pihak ketiga dengan harga tinggi.

Sienna yang tidak tahu rencana secara detail akhirnya menghubungi SIMS untuk meminta bantuan. SIMS merancang agar Sienna dapat bekerja sama dengan Profesor Robert Langdon, satu-satunya orang yang bisa melacak petunjuk yang ditinggalkan oleh Zobrist. Langdon yang dikondisikan seolah-olah diculik akhirnya percaya kepada Sienna dan membantu mencari petunjuk tersebut. Langdon juga disuntik zat sehingga dia menjadi kehilangan memori untuk beberapa hari saja.

Belakangan Sims tahu bahwa Sienna mencari petunjuk untuk menyebarkan virus yang berbahaya bagi dunia. Sims berubah pikiran dan ingin membunuh Langdon agar virus itu tidak ditemukan. Tetapi Langdon yang tidak tahu menahu membantu Sienna untuk mencari virus tersebut. Mereka berdua semakin dekat dengan lokasi virus meskipun diburu oleh Sims dan juga oleh Christoph. 

Sims mencoba bekerja sama dengan Elizabeht, agen WHO yang juga mantan kekasih Langdon yang juga memburu Langdon untuk membantunya dari ancaman. Akhirnya, Sienna berhasil mengetahui lokadi virus yaitu di Haggia Sophia di Turki, dan meninggalkan Langdon agar dirinya dapat menjalankan rencana kekasihnya tersebut. Langdon yang baru sadar bahwa dirinya dijebak malah ditangkap oleh Christoph yang ingin mendapatkan virus tersebut.

Langdon Bekerja Keras Mengikuti Petunjuk ke Arah Virus

Sims berhasil membunuh Chripstoph dan mengantarkan Langdong kepada Elizabeth agar mendapatkan kepercayaan untuk bersama-sama mencegah bencana virus tersebut. Mereka berhasil ke Turki dan mencoba mencari lokasi virus. Di saat yang bersamaan, Sienna juga bersiap untuk menyebarkan virus tersebut dengan ledakan yang telah disiapkan oleh orang-orang Zobrist yang masih tersisa di Turki.

Akhirnya Langdon dan Elizabeth berhasil mendapatkan virus tersebut dan mengamankannya dalam box khusus. Sims terbunuh akibat peristiwa itu tetapi bencana dapat dihindarkan.

12 February 2021

Innocent (2011)

Rozat Sabich adalah seorang hakim yang dua puluh tahun lalu terlibat dalam suatu kematian seorang wanita yang juga selingkuhannya. Waktu itu Jaksa Tommy Molto tidak berhasil membuktikan bahwa Sabich bersalah dalam kematian wanita itu.  Saat itu wanita dinyatakan meninggal akibat keracunan arsenik, di mana waktu itu, arsenik belum masuk dalam kriteria sebagai racun yang dianggap sebagai racun pembunuh. Sabich dinyatakan tidak bersalah dan rujuk kembali dengan istrinya Barbara Sabich.


Dua puluh tahun berlalu, Barbara Sabich ditemukan meninggal di tempat tidurnya. Suaminya yang menemukannya sangat tertekan, sehingga dia hanya duduk saja memandangi istrinya yang sudah meninggal selama hampir 24 jam. Anak laki-laki mereka, yang tidak bisa menghubungi kedua orang tuanya datang lalu mendapati ayahnya duduk di samping tempat tidur di mana ibunya berbaring dan dinyatakan sudah meninggal 24 jam yang lalu oleh dokter yang memeriksanya.

Tommy Molto didorong oleh anak buahnya untuk mengajukan tuntutan pembunuhan terhadap Rozat Sabich. Meskipun awalnya menolak, akhirnya Molto bersedia, tetapi mencari petunjuk yang kuat dulu sebelum mengajukan tuduhan karena trauma terhadap kegagalannya membuktikan kesalahan Sabich dua puluh tahun yang lalu. Mereka menemukan sejenis zat yang bisa membunuh, tetapi tidak dikategorikan sebagai racun pembunuh dalam tubuh Barbara. Ini seperti modus dua puluh tahun yang lalu.

Molto dan anak buahnya juga menemukan bahwa zat itu terdapat pada obat yang dikonsumsi oleh Barbara dan akan lebih memicu racunya ketika mengkonsumsi makanan-makanan tertentu. Mereka pun mendapatkan bukti bahwa Sabich telah membeli makanana-makanan tersebut satu hari sebelum kematian Barbara. Jadi seolah-olah memang telah direncanakan. Tetapi mereka berdua belum mendapatkan motiv pembunuhan tersebut.

Mereka berdua tidak tahu bahwa sebenarnya Sabich telah berselingkuh dengan  Anna Vostick, seorang pegawai muda di kantor hakimnya. Perselingkuhan itu berjalan lama tanpa ada yang tahu, tetapi akhirnya Barbara mengetahui perselingkuhan tersebut. Mereka bertengkar keras, tetapi anak mereka tidak tahu tentang perselingkuhan dan pertengkaran tersebut. Bahkan setelah Sabich putus dengan Anna, anak mereka malah jatuh cinta kepada Anna, mantan selingkuhan ayahnya dan akhirnya resmi berpacaran.

Ketika ulang tahun ke 60 Sabich, mereka berempat merayakannya di rumah, dan paginya Barbara meninggal dan ditunggui oleh suaminya selama 24 jam karena stress. Molto akhirnya berhasil mendapatkan bukti bahwa ada rencana Sabich untuk berpisah dengan Barbara. Mereka mengajukan tuntutan kepada Sabich dan juga menyita berbagai perlengkapan di rumah, termasuk komputer Sabich.

Dalam sidang, Sabich bersedia bersaksi untuk dirinya sendiri. Dia bersaksi bahwa istrinya bunuh diri dengan zat tersebut. Penyidik menemukan bahwa ada jejak pencarian informasi tentan zat itu di komputer Sabich, tetapi Sabich menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mencari informasi tentang hal itu dan mungkin istrinya yang mencari menggunakan komputernya.

Hipotesis dari Molto bahwa jika bunuh diri tentunya ada pesan yang ditinggalkannya, mungkin menggunakan komputer Sabich. Molto mengajukan penyelidikan ulang terhadap komputer yang disita. Di sini Sabich sangat khawatir bahwa Anna telah memasukkan pesan bunuh diri di komputernya untuk menyelematkannya. Tetapi jika itu terjadi maka akan ketahuan bahwa Anna adalah pelakunya, karena yang mempunyai akses terhadap komputer yang disita hanyalah dirinya sebagai hakim di daerah itu. Maka Sabich meminta sidang dihentikan dan minta Molto mengajukan tuntutan bahwa dia menghalangi proses hukum dengan vonis dua tahun.

Molto setuju, terutama didorong oleh anak buahnya sendiri untuk menyetujui usul Sabich tersebut. Sabich dihukum dua tahun karena tuntutan itu. Anaknya sangat heran kenapa Ayahnya, Sabich melakukan hal itu dengan persetujuan pengacaranya, Sandy Stern. Tapi ayahnya tidak memberikan jawaban yang jelas karena dia khawatir perselingkuhannya dengan Anna akan diketahui anaknya. Dia dan Anna sudah berjanji untuk tidak menceritakan perselingkuhan mereka kepada anaknya Sabich.

Setelah Sabich dipenjara, Molto curiga dengan adanya pesan di dalam komputer. Dia melacaknya ke wartawan senior yang mengamati kasus Sabich, yaitu Elaine Reese dan akhirnya mendapatkan pengakuan bahwa anak buahnya lah yang telah memasukkan pesan tersebut. Dia lalu memecat anak buahnya dan mengajukan pembebasan kepada Sabich dengan catatan Sabich mau menceritakan apa yang sebenarnya.

Sabich akhirnya bebas, meskipun dia tetap tidak mau menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Dia sangat sayang kepada anaknya. Anaknya bertanya secara serius kepada ayahnya, tentang kematian ibunya dan apakah ayahnya berselingkuh dengan seseorang. Ayahnya menjawab bahwa dia tidak selingkuh. Dia juga menceritakan bahwa sebenarnya ibunya ingin membunuhnya dengan obat yang mengandung racun tersebut. Tetapi karena dia curiga, akhirnya ibunya meminum obat tersebut sendiri. Lebih baik mati daripada ketahuan ingin membunuh suaminya.

21 December 2020

The Prestige (2006)

Alfred Borden dan Robert Angier awalnya adalah dua pesulap yang bekerja pada pesulap ternama waktu itu yaitu John Cuttler. Cuttler juga mendorong agar keduanya belajar sulap secara total bahkan sampai ke negeri manapun juga. Pada suatu pertunjukan, Border salah mengikat simpul pada istri Angier sehingga menyebabkan kematiannya akibat tenggelam. Angier sangat marah, dan keduanya saling membenci bahkan saling mengganggu ketika seterunya sedang melakukan pertunjukan sulap.

 The Prestige (2006)

Perseteruan itu bahkan sampai menyebabkan jari tangan Border putus. Tapi mereka terus berseteru. Borden menikah dan mempunyai seorang anak. Borden lalu mempunyai trik memindahkan diri yang sangat terkenal dan sukses yang sering disebut The Transporter. Angier sangat marah dan berusaha untuk mengetahui metode itu, tetapi gagal terus. Akhirnya Angier membuat tiruan yang serupa dengan membayar seorang artis gagal agar menjadi mirip dengan dirinya untuk trik memindahkan diri.

Trik ini lumayan bertahan agak lama. Tetapi Borden tahu dan menghubungi asistennya dan memberikan wacana untuk memeras Angier karena karirnya akan hancur jika ketahuan menggunakan orang yang mirip. Angier sangat marah lalu menyuruh asistenya Olivia untuk mendekati Borden dan mencari tahu rahasia yang sebenarnya. Olivia berhasil mendekati Borden bahkan berhaisl membuat Borden selingkuh. Akan tetapi sebenarnya Borden tidak selingkuh. Sebenarnya dia dan asistennya Bernard Fallon sering bertukar peran. Dalam pertunjukan dan dalam kehidupan sehari-hari mereka sering bertukar peran. Fallon jatuh cinta dengan Olivia, tetapi Olivia dan istri Borden, Sarah, mengira Borden selingkuh.

Hal ini membuat Sarah semakin tertekan, dan akhirnya bunuh diri. Border dan Fallon sangat menyesalkan hal itu tetapi mereka tidak bisa membuka rahasia profesionlisme mereka. Bahkan Fallon sengaja memoton jarinya agar mirip dengan Borden yang jarinya juga patah waktu mengganggu Angier dalam melakukan sulapnya.

Olivia bahkan sempat mencuri catatan harian Borden untuk diberikan kepada Angier. Angier membacanya dan mengikuti alurnya sehingga akhirnya dia bertemu dengan ilmuwan kenamaan waktu itu Tesla. Angier membayar mahal kepada Tesla untuk membuat alat Transporter, tetapi ternyata hasilnya adalah alat duplikasi benda. Alat itu bisa menduplikasi apa saja, termasuk manusia. 

Angier membawa alat itu ke Inggris dan ketika mencobanya, maka muncul dirinya yang lain, yang sangat mirip. Angier segera membunuhnya dengan pistol. Alat ini memberikan pertunjukan yang sangat spektakuler karena sangat Angier berhasil berpindah tempat secara cepat dan sangat mirip. Tidak ada duplikasi. Rahasianya adalah Angier yang berada di dalam alat, jatuh ke dalam bak air, sehingga mati. Duplikasinya segera muncul di tempat lain, di belakang penonton dengan sangat cepat. Sangat Spektakuler. Demikian seterusnya. 

Borden menyuruh asistennya Fallon untuk menyelidiki, tetapi berperan sebagai Borden sendiri. Ketika ikut memeriksa mesin, segera Border (yang sebenarnya Fallon) pergi ke bawah panggung. Dia kaget ketika melihat Angier masuk ke air, dan terkunci dan akhirnya mati. Bahkan polisi lalu menangkap Border dan menuduhnya pembunuhan dengan ancaman hukuman mati.

Angier yang duplikasi, karena sangat persis dalam segala hal, segera menyembunyikan diri dan mengubah namanya menjadi Lord Caldlow, seorang pesulap amatir yang bersedia membeli apapun perlengkapan dari Border dan juga Angier. Bahkan untuk menunjukkan niatnya tersebut, Lord Cardlow memberikan buku harian Angier kepada Borden yang ada di penjara. Border tidak mau menjual rahasianya, tetapi diancam oleh Lord Cardlow melalui pengacaranya bahwa mungkin anaknya,  Jess bisa tidak ada yang mengurus jika Borden dihukum mati.

Border tetap tidak mau menjual dan akhirnya dihukum mati. Tetapi Fallon yang sebenarnya adalah Borden yang asli menyelidiki Cardlow dan sangat kaget bahwa ternyata Cardlow adalah Angier. Setelah tahu rahasia dari mesin Tesla, akhirnya Border menembak mati Angier.

11 December 2020

Vivarium (2019)

Adalah Tom, seorang tukang kebun yang sedang menjalin hubungan serius dengan Gemma, seorang guru TK. Suatu saat, Tom menjemput Gemma sepulang dari bekerja lalu mencari sebuah developer untuk mencari rumah yang kira-kira cocok bagi mereka setelah berkeluarga. Berdua, dengan mengendari mobil Tom menuju sebuah perusahaan yang bergerak di bidang properti.

Vivarium (2019)

Di tempat itu, mereka ditemui oleh seorang salesman bernama Martin yang mempunyai sikap yang agak aneh. Mengatakan bahwa mereka mempunyai sebuah kompleks yang cocok bagi mereka dengan harga yang pas. Tidak terlalu jauh dari kota, tetapi juga tidak terlalu dekat. Jadi memang benar-benar pas. Kompleks tersebut bernama Yonder.

Setelah agak ragu-ragu, akhirnya Tom dan Gemma bersedia diantar oleh Martin ke area perumahan dengan menggunakan mobil sendiri-sendiri, Martin di depan, mobil Tom dan Gemma mengikuti dari belakang. Posisi stir mobil mereka ada di kanan, bukan di kiri seperti di negara Amerika. Setelah masuk ke kompleks Yonder, mereka diarahkan ke sebuah rumah yang masih kosong bernomor 9.

Martin mengantar mereka berdua masuk ke rumah nomor 9. Rumah sudah lengkap dengan perabotnya, bahkan ada welcome drink dan juga ada kaos di ruang tidurnya. Martin mengajak berkeliling rumah. Tom dan Gemma menelusuri rumah tersebut, dan tiba-tiba sadar bahwa Martin tidak ada bersama mereka. Mereka mencari sampai keluar rumah dan ternyata mobil Martin juga sudah tidak ada, hanya mereka berdua. Tom dan Gemma segera mengejar Martin karena curiga. Tetapi mereka ternyata tidak bisa keluar kompleks. Mereka selalu kembali ke posisi semula, yaitu rumah nomor 9 tersebut.

Mereka hanya berputar-putar saja dan selalu kembali ke rumah nomor 9. Persis seperti labirin. Tidak ada penghuni lain. Tom minta berganti menjadi sopir agar bisa keluar dari kompleks Yonder tersebut, tetapi ternyata sama saja, mereka hanya berputar-putar, selalu kembali ke rumah nomor 9 dan akhirnya bahan bakar mereka pun habis tepat di depan rumah nomor 9.

Mereka berdua terpaksa menginap di rumah nomor 9 tersebut karena rupanya tidak ada sinyal hp di situ. Mereka tidak bisa menyalakan GPS, atau pun menghubungi orang lain untuk minta bantuan. Tapi untunglah di rumah itu sudah ada persediaan makanan dan juga kebutuhan sehari-hari. Mereka makan dan minum lalu istirahat di rumah itu. 

Keesokan harinya, mereka memutuskan untuk berjalan kaki menuju ke arah yang sama, yaitu ke barat, berlawanan dengan arah matahari terbit. Mereka berjalan kaki melompati pagar atau tanaman agar tetap bisa ke arah yang lurus. Seharian mereka berjalan dan terus menjumpai rumah di kompleks Yonder tersebut. Akhirnya pada sore hari, mereka pun sampai di rumah yang mereka tempati, yaitu rumah nomor 9.

Tom dan Gemma mulai agak putus asa dan mulai panik. Mereka menginap lagi di rumah tersebut dan untungnya masih ada persediaan makanan dan minuman yang cukup, juga peralatan sehari-hari, pasta gigi dan lain-lain. Esok harinya, mereka terkejut karena di depan rumah ada bungkusan kardus yang cukup besar. Setelah mereka lihat, ternyata berisi kebutuhan hidup sehari-hari. Cukup untuk mereka berdua tinggal di situ. Tom dan Gemma masih berusaha keluar dari situ, bahkan membakar rumah tempat mereka menginap yaitu nomor 9. Tetapi anehnya, rumah tersebut kembali menjadi utuh seperti sedia kala. Tidak ada yang rusak sama sekali.

Esoknya, mereka melihat di depan rumah ada sebuah kotak kardus dan ternyata ada bayi di situ. Mereka kaget dan ada tulisan untuk disuruh merawat bayi tersebut, dan setelah bayi tersebut dewasa, mereka baru boleh bebas.

Mereka berdua pun masuk rumah dan menginap lagi di situ sambil merawat bayi tersebut. Tetapi anehnya, bayi tersebut tumbuh sangat cepat. Jauh lebih cepat dari pada manusia biasa. Hanya dalam beberapa hari, anak itu telah tumbuh layaknya bocah 5 tahun. Anak itu sangat rewel, jika ingin makan atau minum, dia akan berteriak sangat keras sekali. Tiap bagi, anak itu juga berteriak keras sekali di depan kamar tidur Tom dan Gemma.

Tom tidak sabar dan ingin membunuh anak itu, tetapi Gemma menolak. Tom memasukkan anak itu ke mobil mereka lalu menguncinya. Anak itu berteriak-teriak karena tidak bisa bernafas. Tapi Gemma membebaskannya dan membawa masuk ke dalam rumah untuk terus merawatnya. Anak itu tumbuh dengan sangat cepat dan berperilaku sangat aneh. Melihat siaran TV yang hanya berisi gambar dan garis dan membaca sebuah buku yang penuh dengan tanda atau tulisan misterius. Anak itu bisa menirukan Gemma atau pun Tom. Maka Gemma memancing anak itu untuk menirukan siapa saja yang ditemui jika anak itu pergi. Dan anak itu menirukan gerakan yang aneh, mirip gerakan alien.

Tom gerah, dan suatu saat menemukan sesuatu yang aneh di halaman depan. Tom memutuskan untuk menggali anah tersebut dengan peralatan tukang kebun yang ada di mobilnya. Gemma tidak mencegah dan membiarkan Tom menggali terus menerus, dari hari ke hari. Lubang galiannya dari hari ke hari semakin dalam.

Anak itu semakin dewasan dan setiap siang pergi ke suatu tempat. Tetapi Gemma tidak bisa mengikutinya, karena anak itu menghilang dan dia selalu terperangkap dalam labirin dan kembali lagi ke rumah nomor 9.

Suatu saat Tom menemukan sesuatu. Tom sering tidak tidur di dalam rumah tetapi tinggal di lubang yang dia gali. Setelah dia teliti, ternyata yang dia temukan adalah mayat seseorang dalam suatu kantung plastik. Tom kaget dan naik ke atas dalam kondisi badan yang lemah. Dia dibantu oleh Gemma tetapi mereka berdua tetap tidak tahu apa yang terjadi. Akhirnya Tom sakit dan semakin memburuk. Anak itu, yang sudah dewasa datang dengan membawa kantung plastik dan mengatakan bahwa ini adalah saat bagi Tom. Lalu anak itu memasukkan Tom ke dalam plastik, lalu seperti di vakum. Dia menyeret plastik yang berisi Tom tersebut, dan dengan muka datar memasukkan ke dalam lubang yang digali Tom.

Gemma takut, lalu mengambil kapak dan berniat melukai anak tersebut. Anak tersebut agak terluka lalu berlari, menyibakkan trotoar di jalan, seperti karpet, lalu masuk ke dalamnya. Gemma mengejar dan ikut masuk ke dalam karpet tersebut.

Gemma kaget di dalam karpet tersebut karena ada ruangan yang besar. Lalu seperti merasa berada di dalam dunia paralel. Di situ dia melihat ibunya, dan juga banyak orang yang seperti kesakitan atau menyesal telah berada di sana. Setelah beberapa saat, akhirnya Gemma sampai kembali di dalam rumah nomor 9. Gemma tidak berdaya, lalu anak tersebut datang, membawa kantung plastik, memasukkan Gemma ke dalamnya lalu melemparkan ke dalam lubang yang digali Tom. Tentu saja, dengan wajah yang datar sekali.

Setelah itu, anak itu mengendarai mobil Tom yang sebenarnya sudah kehabisan bahan bakar. Dia menuju tempat real estate di mana Martin berada. Tampak Martin lebih tua sedang menunggu. Martin memberikan tanda namanya. Anak itu lalu mengambil kantung plastik lagi, memasukkan Martin ke dalamnya, mem-vakumnya lalu memasukkan ke dalam sebuah rak. Tentu saja dengan wajah tanpa ekspresi.

Setelah itu, anak itu memasang nama di dadanya, lalu duduk menunggu tamu yang akan membeli properti datang. Persis seperti apa yang dilakukan Martin ketika menerima kedatang Tom dan Gemma.


Klik kategori film yang Anda cari

Actions (18) Anak-anak (1) Animasi (4) Biografi (1) Fantasi (4) Fiksi Ilmiah (5) Horor (12) Komedi (17) Kriminal (11) MacGyver (21) Misteri (8) My Blog (36) My Film (2) Perang (5) Petualangan (3) Roman/Drama (14) Supernatural (7) Thriller (21) Tips Ngeblog (5)