Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Slider

BID

Kaum Lemah, Miskin, Tersingkir dan Difabel (KLMTD)

Istilah Kaum miskin, lemah, tersingkir dan difabel (KLMTD) mungkin tidak asing bagi kita. Tapi mungkin juga asing bagi banyak orang. Intinya adalah mereka yang 'tidak berdaya'. Tidak berdaya karena memang tidak punya daya, atau secara sistematis memang di-tidakberdayakan oleh orang-orang yang berdaya. Sebenarnya ketika membaca KLMTD, kita sudah bisa membayangkan siapa mereka. Tidak perlu ada definisi formal pun, kita sudah bisa mendefinisikan sendiri dan saya yakin bahwa definisi yang kita buat masing-masing tidaklah terlalu jauh berbeda.

Mungkin yang lebih penting adalah bagaimana kita-mudah-mudahan termasuk yang berdaya-untuk ikut ambil bagian secara kongkrit dalam memberdayakan mereka. Tindakan nyata untuk memberdayakan KLTMD sebenarnya tidak usah yang muluk-muluk dan tinggi-tinggi, sehingga kita masuk nominasi orang-orang yang hebat dan mendapatkan penghargaan. Jika kita secara bangga dan penuh rasa syukur menganggap diri kita berdaya, kita dapat melakukannya dari lingkungan kita sendiri. Kecuali, kebetulan kita adalah memang benar-benar orang yang BERDAYA, jadi mungkin tindakan kita bisa spektakuler.

Kita bisa memulainya dari pembantu kita misalnya, atau bawahan kita, atau tetangga kita, atau siapa saja yang sebenarnya tidak berdaya, tapi tidak pernah mau dikasihani.

Kita bisa mulai dengan selalu tersenyum dan menyapa orang-orang yang selama ini sering berjumpa dengan kita. Atau mensyukuri nikmat yang telah kita terima atau hal-hal kecil lain yang mungkin tidak penting, tetapi jika dilakukan dengan sepenuh hati akan memberikan makna yang mendalam.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment