Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Elena Bergaya Elsa

Elsa adalah salah satu karakter favoritnya.

Kristo

Suka sekali dengan Baymax

Wefie Berempat

Sayang gambarnya kurang naik

Momong Anak

Sepeda ini ecek2 tapi berjasa

Wefie

Ini sudah di-crop

Evolusi dan Perdebatannya

Hampir semua orang beriman (termasuk Anda tentunya) percaya bahwa semesta dan segala isinya adalah diciptakan oleh Sang Khalik. Suatu entitas yang serba maha, dan tidak ada yang tahu dari mana dia. Jika anda iseng masuk ke Yahoo id.answer, maka ketika ada pertanyaan Tuhan berasal dari mana, maka jawaban yang muncul kebanyakan adalah mendoakan yang bertanya agar insyaf. Aneh juga. Itu kan tidak menjawab pertanyaan. Mungkin yang menjawab tidak bisa menjawab, atau tidak berani memikirkan keberadaan Tuhan. Para perekayasa munculnya agama (Anda mungkin menyebutnya Nabi) sudah sadar betul dengan hal ini. Mereka juga tidak akan bisa menjawab dengan gamblang tentang keberadaan Tuhan. Jadi mereka mengatur skenario dengan memberikan dosa besar kepada orang yang bertanya tentang eksistensi Tuhan. He he he….
Anda jangan emosi dulu. Penulis blog ini juga percaya kepada Tuhan kok jadi tidak akan berani mengusik lebih mendalam lagi. Akan tetapi, ada beberapa hal yang mungkin agak berbeda dengan apa yang telah diyakini oleh kebanyakan orang beriman.
Sebenarnya ada cara lain untuk mengenal Tuhan, menghormati-Nya, termasuk menghormati alam ciptaan-Nya yang indah (meskipun akhir-akhir ini sering dirusak keindahannya oleh ulah ciptaan-Nya). Cara yang bukan berasal dari agama, tetapi dari Ilmu pengetahuan. Lho kok bisa. Bisa saja.
Banyak pertentangan tentang adanya evolusi. Penentang teori evolusi kebanyakan dari kalangan agamawan, dan, tentu saja, kurang memahami tentang sains. Di sini tidak akan diuraikan tentang teori evolusi secara detail, tetapi yang kita-kita orang awam tahu saja. Perhatikan, seberapa besar kemungkinan seorang bayi lahir. Jika ditilik dengan sedikit ilmu pengetahuan, sangat kecil, teramat sangat kecil. Setelah pasangan menikah, biasanya berapa lama pasangan wanita menjadi hamil. Atau dengan kata lain, setelah berapa kali mereka melakukan tindakan tidak senonoh J demi meneruskan generasi. Pastilah lebih dari satu kali. Secara statistik, sangat kecil kemungkinan muncul janin dari hubungan intercourse yang perdana.
Lebih jauh lagi, dari pelajaran biologi SMA kita tahu bahwa setiap kali ejakulasi, keluar jutaan sel hidup, tetapi akan hanya ada satu sel saja yang mampu membuahi sel telur. Tercatat ada sekitar 150 juta sel hidup yang dilontarkan oleh calon bapak setiap kali berhubungan. Secara guyon dikatakan, sel hidup yang berhasil membuahi pastilah sel yang paling aktif, paling impresif, paling lincah, paling gesit, paling pencilakan, paling nakal dan lain sebagainya. Anda lihat bahwa kemungkinan munculnya janin sangat kecil.
Setelah janin muncul, masih diperlukan waktu 9 bulan 10 hari lagi agar menjadi seorang bayi. Dalam kurun waktu itu, segalah sesuatu bisa mungkin terjadi. Tercatat, keguguran di kalangan ibu-ibu masih relatif tinggi. Fakta ini akan menurunkan kembali probabilitas adanya seorang manusia.
Tambahan lagi, proses ibu melahirkan juga merupakan proses hidup mati, baik ibu maupun si orok. Tingkat kematian ibu-bayi per valensi juga masih tinggi. Lagi-lagi ini menurunkan probabilitas adanya seorang manusia.
Jika dirunut lebih jauh, masih ada risiko kematian bayi atau anak di bawah usia 3 tahun. Sehingga probabilitas adanya seorang manusia dewasa lebih kecil lagi.
Anda lihat, begitu kecilnya kemungkinan adanya seorang manusia. Jadi kesimpulannya, manusia, siapapun dia, adalah sangat berharga. Kita mungkin tidak menyadari bahwa kita ini, masing-masing dari kita adalah suatu makhluk yang telah lolos menjalani seleksi alam yang begitu ketat, dan hanya sedikit sekali yang berhasil menjadi seperti kita.
Dengan fakta itu, jika anda tidak suka dengan orang lain, biarkan saja, tidak usah dibunuh karena dia adalah makhluk yang langka seperti anda. Jika anda melihat orang yang kelaparan dan sangat menderita, kasihanilah dia, karena dia merupakan individu yang telah lolos dari seleksi alam yang begitu ketat. Jangan pernah menyakiti orang lain karena itu berarti menyakiti jutaan sel hidup lain yang tidak mampu berenang mencapai sel telur.
Dari uraian tersebut, agak aneh jika ada orang yang mengatakan ‘dia layak untuk mati’. Berarti orang tersebut tidak menyadari akan pentingnya orang yang dianggap layak untuk mati tersebut. Nah, dari sains kita juga dapat bersikap menjadi seorang yang humanis. Suatu sifat yang kadang-kadang tidak dimiliki oleh orang yang mengaku dirinya punya agama.

(Disarikan dari Buku Cosmos, karangan Profesor Carl Sagan, seorang astronom yang sangat humanis, dan tentu saja, beragama) dari Perbedaan itu Indah

Papa Minta Saham: Sebuah Opini

Sebelumnya, penting untuk saya tegaskan bahwa tulisan ini adalah opini, sekali lagi opini, jadi bukan fakta apalagi berita. Kalau nantinya ada yang mengutipnya dan menjadikannya sebuah fakta maka yang mengutip dapat dipastikan koplak. Apalagi ada yang mengutipnya lalu menjadikannya sebuah berita, wah itu benar-benar koplak permanen. Mengapa ini perlu saya sampaikan? Karena memang banyak sekali orang-orang atau mungkin sekelompok orang yang suka sekali mengutip tulisan, entah dari mana, lalu memelintirnya seolah-olah menjadi sebuah fakta! Saya tidak perlu memberikan contoh tentang hal ini.

Meskipun sebuah opini, akan tetapi memang tulisan ini juga menyinggung tentang fakta. Tidak mungkin sebuah opini muncul tanpa adanya sebuah fakta. Fakta yang pertama yang ingin saya sampaikan adalah bahwa Kontrak Karya Freeport adalah berakhir pada tahun 2021. Ya…memang pada tahun itu baru berakhir sesuai kontrak yang telah disepakati bersama antara FI dengan pemerintah Indonesia sebelum pemerintahan Jokowi. Jadi, jika ada yang memelintir dan mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi memperpanjang kontrak FI sampai dengan tahun 2021 itu benar-benar koplak permanen dan akut.

Jokowi pernah berkata, jika tidak menghormati pemerintahan sebelumnya, maka FI sudah saya tendang sekarang. Itu benar adanya. Jokowi sendiri sudah beranggapan bahwa FI memang sangat merugikan Indonesia, oleh karena itu, Jokowi ingin menghentikan FI sekarang juga. Akan tetapi, itu adalah hal yang sangat sulit sekali. Kontrak mereka baru berakhir pada tahun 2021 dan negosiasi perpanjangan kontrak dapat dilakukan 2 tahun sebelum kontrak berakhir, yaitu pada tahun 2019. Oleh karena itu, jika Jokowi menghentikan sekarang, maka hampir pasti FI akan menuntut pemerintah Indonesia, misalnya melalui arbritase International, dan dapat dipastikan bahwa Indonesia akan kalah, karena memang sudah jelas sekali dalam kontrak, bahwa baru berakhir pada tahun 2021. 

Jokowi juga tidak dapat membuat suatu keputusan bahwa setelah tahun 2021 maka FI tidak boleh diperpanjang. Mengapa? Karena dalam klausul kontrak yang telah ada, negosiasi baru dapat dilakukan dua tahun sebelum kontrak berakhir, yaitu pada tahun 2019. Apakah keputusan kontrak tidak bisa dilakukan sebelum 2019? Boleh saja, asalkan tidak ada salah satu yang protes. Tapi jika salah satu tidak setuju, maka bisa protes dan keputusan itu bisa menjadi batal. Jadi Jokowi sekarang bisa apa? Ya tidak bisa apa-apa, selain memberikan warning bahwa FI tidak bisa diperpanjang, meskipun itu baru dapat diundangkan pada tahun 2019.

Nah, pihak FI tahu betul itu dan mereka pun tidak tinggal diam. Selama ini, FI selalu memperpanjang kontrak karya di Indonesia, karena memang menguntungkan. Kontrak dapat diperoleh dengan melalui perantara yang mempunyai akses kepada para pihak yang mempunyai wewenang untuk memperpanjang kontrak. Siapa itu? Nah dulu-dulu FI sudah hapal dengan orang-orang yang bisa diajak kerja sama untuk memperpanjang kontrak. Baru kali ini mereka bertemu dengan orang yang benar-benar Koplak, eh salah Koppig (ini benar gak ejaannya) yaitu Jokowi. Presiden sekarang benar-benar keras kepala dan mengatakan tidak akan memperpanjang kontrak. FI berusaha untuk mencari siapa saja yang mampu melunakkan hati si Koppig agar mau memperpanjang kontrak. Berapa pun akan dibayar asal bayarannya masuk akal dan ada jaminan diperpanjang.

Pada saat inilah, masuk SN yang memang sudah pakar dalam melakukan lobi-lobi. Ini terbukti dari sejarah, sejak jaman kasus Bank Bali, dan berbagai kasus lain yang selalu berhasil dilakukan SN. Pihak FI pun terbuka dengan siapa saja yang mampu memuluskan perpanjangan kontrak. Hanya sayangnya, setelah dipikir-pikir permintaan SN terlalu tinggi dan juga tidak ada jaminan bahwa kontrak akan diperpanjang. Ini bisa menjadi masalah serius, ketika biaya sudah dibayarkan, ehhhh kontrak tetap tidak diperpanjang oleh Si Koppig. Nah…untuk keluar dari masalah ini, direkamlah pembicaraan atau obrolan terus dipublish……

Saat tulisan ini ditulis, sedang ada sidang MKD tentang nasib SN karena dianggap telah melanggar kode etik dengan bertemu atau mengatur pertemuan dengan pengusaha dan juga mencatut nama Presiden dan Wapres. Saya tidak tahu hasilnya. Tapi yang jelas, ribut-ribut ini tidak akan lama. Paling sekitar Maret 2016 isu ini sudah hilang, tertimpa oleh isu lain. Nah pada saat itulah, FI akan aktif lagi mencari calo atau siapa saja yang sanggup membantu untuk melunakkan hati Si Koppig agar mau berkenan memperpanjang.

Saya sendiri berani bertaruh, bahwa nantinya FI akan tetap diperpanjang, entah berapa lama perpanjangannya. Apakah saya beranggapan bahwa Jokowi tidak koppig? Bukan itu. Jokowi sebenarnya juga membuka perpanjangan asal menguntungkan Indonesia. Apa itu? Ya silahkan browse sendiri lah, misalnya pembagian hasil lebih tinggi, ada smelter dan lain-lain. Saya yakin bahwa akhirnya FI akan luluh mengikuti kemauan Jokowi untuk bisa memperpanjang kontrak, akan tetapi dengan embel-embel menguntungkan rakyat Indonesia


Ini opini lho…….





Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri.

Perbedaan itu indah!!

Penyebab Terjadinya Musibah Mina

MUSIM haji tahun ini belum berhenti lepas dari jalan penuh cobaan. Belum tuntas investigasi insiden jatuhnya crane di Masjidil Aqsa, terbakarnya hotel, rubuhnya tenda jamaah, kini datang lagi berita memilukan dari Makkah.

Setidaknya 220 orang dilaporkan tewas saat menjalani ritual haji di Mina, pada Kamis 24 September 2015.

Dilansir dari Aljazeera, tragedi ini terjadi karena jamaah sudah sangat berdesak-desakan di cuaca panas. Karena hal itu, banyak jemaah yang tak kuat dan jatuh, terinjak-injak dan meninggal.

Pihak pertahanan sipil Arab Saudi menyebutkan, jumlah korban tewas sangat mungkin bertambah.

Sementara jumlah korban luka sudah mencapai 400 orang. "Saat ini sedang dilakukan evakuasi," ujar aparat setempat. Dikabarkan KJRI juga telah pergi ke lokasi untuk ikut membantu evakuasi dan mencari korban yang berasal dari Indonesia.

Tragedi Mina Terulang Lagi

Tragedi Mina terulang lagi hari ini 24 September 2015. Pada tahun 1990 yang lalu korban tewas mencapai 1.426 orang. Sedangkan korban hari ini lebih dari 220 jamaah haji kehilangan nyawa dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah. Data juga menunjukkan setidaknya 450 lebih jamaah mengalami luka baik berat maupun ringan.

Kementerian Agama RI belum memastikan rincian jumlah korban tewas. Seperti ada tidaknya jamaah asal Indonesia yang menjadi korban insiden saat puncak haji di dekat Kota Makkah.

Namun tak bisa dimungkiri, hal itu mengingatkan pada tragedi desak-desakan di Terowongan Haratul Lisan, Mina, 25 tahun silam.

Saat itu, desak-desakan berujung kericuhan. Sebagian jamaah terinjak-injak hingga tewas. Kabarnya, 631 di antara korban tewas adalah jamaah asal Indonesia.

Kebanyakan korban merupakan para orangtua lanjut usia. Fisik mereka tak kuat dalam himpitan ribuan jamaah. Apalagi saat itu cuaca panas mencapai 44 derajat Celsius.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Tuty Alawiyah, saat kejadian pada 1990 hanya berjarak 100 meter dari lokasi. Beruntung, ia tak ikut celaka.

Kini, 25 tahun berlalu, bencana saat puncak ibadah haji terulang. Keluarga jamaah di Indonesia menunggu kabar terbaru.

KJRI ke Lokasi Lacak WNI yang Jadi Korban Tragedi Mina

Merespon kejadikan tewasnya ratusan jamaah haji dalam prosesi hari di Mina, Tim Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) turun ke lokasi untuk mencari apakah ada warga negara Indonesia yang ikut menjadi korban.

"Tim dari KJRI sudah ke lokasi. Sedang cari informasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat mengenai ada tidaknya WNI yang jadi korban," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lengkap mengenai insiden apa yang terjadi.

Diduga korban tewas karena terinjak-injak karena berdesak-desakan dalam prosesi haji pada hari yang bertepatan dengan peringatan Idul Adha 1436 H. Kejadian serupa pernah terjadi sekitar 25 tahun yang lalu. Waktu itu korban tewas diperkirakan sekitar 600 korban lebih.

Foto Update Tragedi Mina





Tim medis berusaha menolong para korban.

TRAGEDI MINA. Foto: Akun twitter resmi Direktur Jenderal Pertahanan Sipil Kerajaan Saudi Arabia @KSA_998

Korban jiwa di Terowongan Mina Terus Bertambah

Masih segar di ingatan kita, tanggal 11 September 2015 kemarin, ketika terjadi korban yang meninggal akibat terjatuhnya Crane di tanah suci. Hari ini, 24 September 2105 sekitar pukul 15:00 WIB telah terjadi tragedi lagi di Mina. Korban diperkirakan lebih dari 220 orang dan akan terus bertambah lagi.

Liputan6.com, Mina Sebuah kejadian yang tak diinginkan terjadi pada akhir pelaksanaan ibadah haji di Mina, Arab Saudi.. Peristiwa itu terjadi di Jalan 204. Jalan ini merupakan salah satu dari dua jalan utama menuju melalui kamp di Mina, tempat para peziarah melempar jumrah.

Akibat berdesak-desakan, sejumlah jemaah haji menjadi korban. Insiden terjadi di Mina, kota tetangga Mekah demikian dilaporkan al-Ekhbariya mengutip pernyataan pejabat pertahanan sipil. Badan pertahanan sipil sejauh ini telah mengirimkan 2 tim medis ke lokasi kejadian. Insiden Mina menambah kabar duka dari Tanah Suci. Dua minggu sebelumnya, lebih dari 100 jemaah wafat saat angin kencang merubuhkan crane yang ada di Masjidil Haram. (Ein)

Berita Duka Dari Mina

Kabar duka kembali terdengar dari tanah suci. Sampai dengan pukul 16:00 WIB tanggal 24 September 2015 ini diperkirakan korban meninggal lebih dari 150 orang dan luka lebih dari 400 orang.

Sebanyak 2 juta umat Muslim baru saja menyelesaikan wukuf di Arafah dan Mina dan terjadi desak-desakan yang tidak terhindarkan. Bahkan menurut CNN, korban sudah meninggal lebih dari 200 orang.