Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri. Perbedaan itu indah!

Elena Bergaya Elsa

Elsa adalah salah satu karakter favoritnya.

Kristo

Suka sekali dengan Baymax

Wefie Berempat

Sayang gambarnya kurang naik

Momong Anak

Sepeda ini ecek2 tapi berjasa

Wefie

Ini sudah di-crop

BID

Quo Vadis PT Gojek Indonesia?

Beberapa hari ini, di jalan-jalan ada pemandangan yang 'sedikit berbeda' dibandingkan hari-hari sebelumnya. Lebih detail lagi, perbedaaan ini mulai Hari Sabtu kemarin, 13 Agustus 2016. Pemandangan apakah itu? Ya, berkurangnya warna hijau-hijau di jalan raya, terutama pada jam-jam sibuk. Rupanya tidak ada atau sedikit sekali driver Gojek yang berkeliaran berkendara di jalan raya. Ouw........ada apakah gerangan?

Usust punya usut, ternyata sejak 13 Agustus 2016 dini hari, PT Gojek Indonesia (PT GI) sebagai induk dari para driver Gojek merubah skema tarif yang cenderung menurunkan tarif Gojek, sehingga pendapatan driver akan menurun secara drastis. Lha kenapa diturunkan? Saya sendiri heran, sebagai satu dari sekian banyak pengguna jasa Gojek, tarifnya masih terjangkau untuk kantong-kantong tipis kayak kita-kita. Meskipun tidak setiap hari, saya dan istri saya pernah menggunakan jasa ini, setidaknya untuk mengantar saya ke bengkel, pernah membeli makanan, dari pada kepanasan keluar kantor, bahkan pernah nitip ngambilin barang lewat jasa driver. Dan setelah istri saya melakukan riset (duileee) ternyata pembayaran dengan Go-pay lebih murah dibandingkan cash.

Iseng-iseng saya browsing, lho kok malah dapat link yang menyatakan bahwa PT GI baru saja mendapatkan dana segar sebesar Rp. 7,2 T. Busyet.....itu duit semua ya? Lha habis dapat dana segar kok malah menurunkan tarif? Segera saja, saya yang lagi selow...langsung melayangkan imaginasi.

Tarif lama adalah Rp. 2500 per km dengan potongan 20% untuk PT GI sehingga driver mendapatkan sekitar Rp. 2000 per km. Uang sebanyak itu masih dipotong biaya bensin, perawatan motor, biaya telepon atau sms ke customer, biaya koneksi internet, dan masih banyak biaya lain, seperti biaya makan, atau risiko hilangnya hape, beli power bank dll. Saya pribadi, ketika menggunakan Gojek untuk jarak dekat sebesar Rp. 12 rb, selalu (mudah2an tidak salah) memberikan tambahan tips sebesar Rp. 5 rb. Ini bukan karena banyak uang, tetapi karena untuk jarak sampai dengan 6 km mereka hanya mendapatkan Rp. 12 rb jika menggunakan Go Pay.

Skema baru yang digunakan sekarang adalah Rp. 2 rb per km dengan tarif minimum katanya Rp. 8 rb. Jadi setelah dipotong 20% tinggal sekitar Rp. 1600 per km. Tarif minimum sebelum penurunan adalah sebesar Rp. 15 rb potong 20% atau Rp. 12 rb. Sekarang saya gak tahu yang Rp. 8 rb itu dipotong lagi gak :((((

Juga ada skema performance, sehingga driver lebih sulit untuk mendapatkan bonus harian. Skema ini juga tidak ada kejelasan pengukurannya. Katanya 15 atau 16 point dapat Rp. 80 rb dengan catatan jika beruntung! he he......

Intinya adalah bahwa pendapatan driver akan menurun secara drastis. Oleh karena itu para driver melakukan mogok tidak mengaktifkan aplikasinya sehingga banyak customer atau calon penumpang yang kesulitan mendapatkan driver. Untuk area Jakarta, customer bisa segera beralih ke provider lain, Grab misalnya,, tetapi untuk daerah Yogyakarta, Semarang atau daerah yang lain, ya terpaksa menggunakan moda transport yang lain atau malah membatalkan perjalanannya.

Kembali ke pertanyaan di atas, setelah mendapatkan dana talangan kok malah menurunkan tarif? Spekulasi saya adalah bahwa PT GI sedang bermetamorfosis menggunakan konsep Sharing Economy atau Sharing Asset secara lebih  tegas. Mungkin ini desakan dari si pemilik dana Rp. 7,2 T. Konsepnya mungkin akan mirip Airbnb atau Mealsharing atau yang sejenisnya. Jadi PT GI hanya bertidak sebagai broker atau penghubung saja. Salah satu buktinya adalah bahwa PT GI sekarang mengunakan sistem Assisgment, jadi ketika customer melakukan order, maka hanya ada 1 driver terdekat yang diberikan pesan, bukan kepada banyak driver seperti dulu. Jadi ke depannya, customer akan melihat driver yang dekat, lalu melihat profilnya,  lalu setuju atau tidak setuju menggunakan jasa driver tersebut. Jika tidak, bisa lihat driver yang lain atau menggunakan moda transportasi yang lain.

Ini hanya imaginasi saya. Ini mirip pengalaman kakak saya sendiri yang kebingungan di Krakow sana, dan karena agak gagap teknologi, akhirnya dibantu mencarikan penginapan oleh salah satu kerabat dari Jakarta. 

Nantinya, driver Gojek akan menentukan tarifnya sendiri. Kalau merasa motornya OK, ya pasang tarif agak tinggi, kalau merasa mukanya pas-pasan, yang jangan pasang tarif tinggi lah... :) PT GI akan mendapatkan prosentase dari nilai transaksinya. 

Dengan sistem itu, maka PT GI akan meniadakan sistem bonus. Sistem baru ini, juga sudah mempersulit driver dalam mendapatkan bonus dan nantinya akan benar-benar dihapus secara perlahan.

Jika imaginasi saya ini benar, maka para staf atau karyawan PT GI sebaiknya siap-siap bikin CV untuk apply ke perusahaan lain :(( PT GI tidak akan butuh karyawan sebanyak sekarang dengan sistem Sharing Economy.

Kapan ini dilaksanakan, sebelum saya mendapatkan informasi tersebut ehh...ternyata saya keburu bangun dari mimpi.....he he........

Salam satu aspal

Update: Hari ini, 16 Agt 2016 jumlah driver yang aktif relatif lebih banyak. Mungkin sekitar 15,2323874837438% dari total driver (komanya banyak biar dikira riset beneran)

Evolusi dan Perdebatannya

Hampir semua orang beriman (termasuk Anda tentunya) percaya bahwa semesta dan segala isinya adalah diciptakan oleh Sang Khalik. Suatu entitas yang serba maha, dan tidak ada yang tahu dari mana dia. Jika anda iseng masuk ke Yahoo id.answer, maka ketika ada pertanyaan Tuhan berasal dari mana, maka jawaban yang muncul kebanyakan adalah mendoakan yang bertanya agar insyaf. Aneh juga. Itu kan tidak menjawab pertanyaan. Mungkin yang menjawab tidak bisa menjawab, atau tidak berani memikirkan keberadaan Tuhan. Para perekayasa munculnya agama (Anda mungkin menyebutnya Nabi) sudah sadar betul dengan hal ini. Mereka juga tidak akan bisa menjawab dengan gamblang tentang keberadaan Tuhan. Jadi mereka mengatur skenario dengan memberikan dosa besar kepada orang yang bertanya tentang eksistensi Tuhan. He he he….
Anda jangan emosi dulu. Penulis blog ini juga percaya kepada Tuhan kok jadi tidak akan berani mengusik lebih mendalam lagi. Akan tetapi, ada beberapa hal yang mungkin agak berbeda dengan apa yang telah diyakini oleh kebanyakan orang beriman.
Sebenarnya ada cara lain untuk mengenal Tuhan, menghormati-Nya, termasuk menghormati alam ciptaan-Nya yang indah (meskipun akhir-akhir ini sering dirusak keindahannya oleh ulah ciptaan-Nya). Cara yang bukan berasal dari agama, tetapi dari Ilmu pengetahuan. Lho kok bisa. Bisa saja.
Banyak pertentangan tentang adanya evolusi. Penentang teori evolusi kebanyakan dari kalangan agamawan, dan, tentu saja, kurang memahami tentang sains. Di sini tidak akan diuraikan tentang teori evolusi secara detail, tetapi yang kita-kita orang awam tahu saja. Perhatikan, seberapa besar kemungkinan seorang bayi lahir. Jika ditilik dengan sedikit ilmu pengetahuan, sangat kecil, teramat sangat kecil. Setelah pasangan menikah, biasanya berapa lama pasangan wanita menjadi hamil. Atau dengan kata lain, setelah berapa kali mereka melakukan tindakan tidak senonoh J demi meneruskan generasi. Pastilah lebih dari satu kali. Secara statistik, sangat kecil kemungkinan muncul janin dari hubungan intercourse yang perdana.
Lebih jauh lagi, dari pelajaran biologi SMA kita tahu bahwa setiap kali ejakulasi, keluar jutaan sel hidup, tetapi akan hanya ada satu sel saja yang mampu membuahi sel telur. Tercatat ada sekitar 150 juta sel hidup yang dilontarkan oleh calon bapak setiap kali berhubungan. Secara guyon dikatakan, sel hidup yang berhasil membuahi pastilah sel yang paling aktif, paling impresif, paling lincah, paling gesit, paling pencilakan, paling nakal dan lain sebagainya. Anda lihat bahwa kemungkinan munculnya janin sangat kecil.
Setelah janin muncul, masih diperlukan waktu 9 bulan 10 hari lagi agar menjadi seorang bayi. Dalam kurun waktu itu, segalah sesuatu bisa mungkin terjadi. Tercatat, keguguran di kalangan ibu-ibu masih relatif tinggi. Fakta ini akan menurunkan kembali probabilitas adanya seorang manusia.
Tambahan lagi, proses ibu melahirkan juga merupakan proses hidup mati, baik ibu maupun si orok. Tingkat kematian ibu-bayi per valensi juga masih tinggi. Lagi-lagi ini menurunkan probabilitas adanya seorang manusia.
Jika dirunut lebih jauh, masih ada risiko kematian bayi atau anak di bawah usia 3 tahun. Sehingga probabilitas adanya seorang manusia dewasa lebih kecil lagi.
Anda lihat, begitu kecilnya kemungkinan adanya seorang manusia. Jadi kesimpulannya, manusia, siapapun dia, adalah sangat berharga. Kita mungkin tidak menyadari bahwa kita ini, masing-masing dari kita adalah suatu makhluk yang telah lolos menjalani seleksi alam yang begitu ketat, dan hanya sedikit sekali yang berhasil menjadi seperti kita.
Dengan fakta itu, jika anda tidak suka dengan orang lain, biarkan saja, tidak usah dibunuh karena dia adalah makhluk yang langka seperti anda. Jika anda melihat orang yang kelaparan dan sangat menderita, kasihanilah dia, karena dia merupakan individu yang telah lolos dari seleksi alam yang begitu ketat. Jangan pernah menyakiti orang lain karena itu berarti menyakiti jutaan sel hidup lain yang tidak mampu berenang mencapai sel telur.
Dari uraian tersebut, agak aneh jika ada orang yang mengatakan ‘dia layak untuk mati’. Berarti orang tersebut tidak menyadari akan pentingnya orang yang dianggap layak untuk mati tersebut. Nah, dari sains kita juga dapat bersikap menjadi seorang yang humanis. Suatu sifat yang kadang-kadang tidak dimiliki oleh orang yang mengaku dirinya punya agama.

(Disarikan dari Buku Cosmos, karangan Profesor Carl Sagan, seorang astronom yang sangat humanis, dan tentu saja, beragama) dari Perbedaan itu Indah

Papa Minta Saham: Sebuah Opini

Sebelumnya, penting untuk saya tegaskan bahwa tulisan ini adalah opini, sekali lagi opini, jadi bukan fakta apalagi berita. Kalau nantinya ada yang mengutipnya dan menjadikannya sebuah fakta maka yang mengutip dapat dipastikan koplak. Apalagi ada yang mengutipnya lalu menjadikannya sebuah berita, wah itu benar-benar koplak permanen. Mengapa ini perlu saya sampaikan? Karena memang banyak sekali orang-orang atau mungkin sekelompok orang yang suka sekali mengutip tulisan, entah dari mana, lalu memelintirnya seolah-olah menjadi sebuah fakta! Saya tidak perlu memberikan contoh tentang hal ini.

Meskipun sebuah opini, akan tetapi memang tulisan ini juga menyinggung tentang fakta. Tidak mungkin sebuah opini muncul tanpa adanya sebuah fakta. Fakta yang pertama yang ingin saya sampaikan adalah bahwa Kontrak Karya Freeport adalah berakhir pada tahun 2021. Ya…memang pada tahun itu baru berakhir sesuai kontrak yang telah disepakati bersama antara FI dengan pemerintah Indonesia sebelum pemerintahan Jokowi. Jadi, jika ada yang memelintir dan mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi memperpanjang kontrak FI sampai dengan tahun 2021 itu benar-benar koplak permanen dan akut.

Jokowi pernah berkata, jika tidak menghormati pemerintahan sebelumnya, maka FI sudah saya tendang sekarang. Itu benar adanya. Jokowi sendiri sudah beranggapan bahwa FI memang sangat merugikan Indonesia, oleh karena itu, Jokowi ingin menghentikan FI sekarang juga. Akan tetapi, itu adalah hal yang sangat sulit sekali. Kontrak mereka baru berakhir pada tahun 2021 dan negosiasi perpanjangan kontrak dapat dilakukan 2 tahun sebelum kontrak berakhir, yaitu pada tahun 2019. Oleh karena itu, jika Jokowi menghentikan sekarang, maka hampir pasti FI akan menuntut pemerintah Indonesia, misalnya melalui arbritase International, dan dapat dipastikan bahwa Indonesia akan kalah, karena memang sudah jelas sekali dalam kontrak, bahwa baru berakhir pada tahun 2021. 

Jokowi juga tidak dapat membuat suatu keputusan bahwa setelah tahun 2021 maka FI tidak boleh diperpanjang. Mengapa? Karena dalam klausul kontrak yang telah ada, negosiasi baru dapat dilakukan dua tahun sebelum kontrak berakhir, yaitu pada tahun 2019. Apakah keputusan kontrak tidak bisa dilakukan sebelum 2019? Boleh saja, asalkan tidak ada salah satu yang protes. Tapi jika salah satu tidak setuju, maka bisa protes dan keputusan itu bisa menjadi batal. Jadi Jokowi sekarang bisa apa? Ya tidak bisa apa-apa, selain memberikan warning bahwa FI tidak bisa diperpanjang, meskipun itu baru dapat diundangkan pada tahun 2019.

Nah, pihak FI tahu betul itu dan mereka pun tidak tinggal diam. Selama ini, FI selalu memperpanjang kontrak karya di Indonesia, karena memang menguntungkan. Kontrak dapat diperoleh dengan melalui perantara yang mempunyai akses kepada para pihak yang mempunyai wewenang untuk memperpanjang kontrak. Siapa itu? Nah dulu-dulu FI sudah hapal dengan orang-orang yang bisa diajak kerja sama untuk memperpanjang kontrak. Baru kali ini mereka bertemu dengan orang yang benar-benar Koplak, eh salah Koppig (ini benar gak ejaannya) yaitu Jokowi. Presiden sekarang benar-benar keras kepala dan mengatakan tidak akan memperpanjang kontrak. FI berusaha untuk mencari siapa saja yang mampu melunakkan hati si Koppig agar mau memperpanjang kontrak. Berapa pun akan dibayar asal bayarannya masuk akal dan ada jaminan diperpanjang.

Pada saat inilah, masuk SN yang memang sudah pakar dalam melakukan lobi-lobi. Ini terbukti dari sejarah, sejak jaman kasus Bank Bali, dan berbagai kasus lain yang selalu berhasil dilakukan SN. Pihak FI pun terbuka dengan siapa saja yang mampu memuluskan perpanjangan kontrak. Hanya sayangnya, setelah dipikir-pikir permintaan SN terlalu tinggi dan juga tidak ada jaminan bahwa kontrak akan diperpanjang. Ini bisa menjadi masalah serius, ketika biaya sudah dibayarkan, ehhhh kontrak tetap tidak diperpanjang oleh Si Koppig. Nah…untuk keluar dari masalah ini, direkamlah pembicaraan atau obrolan terus dipublish……

Saat tulisan ini ditulis, sedang ada sidang MKD tentang nasib SN karena dianggap telah melanggar kode etik dengan bertemu atau mengatur pertemuan dengan pengusaha dan juga mencatut nama Presiden dan Wapres. Saya tidak tahu hasilnya. Tapi yang jelas, ribut-ribut ini tidak akan lama. Paling sekitar Maret 2016 isu ini sudah hilang, tertimpa oleh isu lain. Nah pada saat itulah, FI akan aktif lagi mencari calo atau siapa saja yang sanggup membantu untuk melunakkan hati Si Koppig agar mau berkenan memperpanjang.

Saya sendiri berani bertaruh, bahwa nantinya FI akan tetap diperpanjang, entah berapa lama perpanjangannya. Apakah saya beranggapan bahwa Jokowi tidak koppig? Bukan itu. Jokowi sebenarnya juga membuka perpanjangan asal menguntungkan Indonesia. Apa itu? Ya silahkan browse sendiri lah, misalnya pembagian hasil lebih tinggi, ada smelter dan lain-lain. Saya yakin bahwa akhirnya FI akan luluh mengikuti kemauan Jokowi untuk bisa memperpanjang kontrak, akan tetapi dengan embel-embel menguntungkan rakyat Indonesia


Ini opini lho…….





Jika Sang Khalik menghendaki, maka semua manusia berkulit serupa, agama yang satu, tidak ada negara dan perbedaan. Perbedaan memang dikehendaki sang pemilik semesta. Perbedaan adalah hakekat penciptaan itu sendiri.

Perbedaan itu indah!!

Penyebab Terjadinya Musibah Mina

MUSIM haji tahun ini belum berhenti lepas dari jalan penuh cobaan. Belum tuntas investigasi insiden jatuhnya crane di Masjidil Aqsa, terbakarnya hotel, rubuhnya tenda jamaah, kini datang lagi berita memilukan dari Makkah.

Setidaknya 220 orang dilaporkan tewas saat menjalani ritual haji di Mina, pada Kamis 24 September 2015.

Dilansir dari Aljazeera, tragedi ini terjadi karena jamaah sudah sangat berdesak-desakan di cuaca panas. Karena hal itu, banyak jemaah yang tak kuat dan jatuh, terinjak-injak dan meninggal.

Pihak pertahanan sipil Arab Saudi menyebutkan, jumlah korban tewas sangat mungkin bertambah.

Sementara jumlah korban luka sudah mencapai 400 orang. "Saat ini sedang dilakukan evakuasi," ujar aparat setempat. Dikabarkan KJRI juga telah pergi ke lokasi untuk ikut membantu evakuasi dan mencari korban yang berasal dari Indonesia.

Tragedi Mina Terulang Lagi

Tragedi Mina terulang lagi hari ini 24 September 2015. Pada tahun 1990 yang lalu korban tewas mencapai 1.426 orang. Sedangkan korban hari ini lebih dari 220 jamaah haji kehilangan nyawa dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah. Data juga menunjukkan setidaknya 450 lebih jamaah mengalami luka baik berat maupun ringan.

Kementerian Agama RI belum memastikan rincian jumlah korban tewas. Seperti ada tidaknya jamaah asal Indonesia yang menjadi korban insiden saat puncak haji di dekat Kota Makkah.

Namun tak bisa dimungkiri, hal itu mengingatkan pada tragedi desak-desakan di Terowongan Haratul Lisan, Mina, 25 tahun silam.

Saat itu, desak-desakan berujung kericuhan. Sebagian jamaah terinjak-injak hingga tewas. Kabarnya, 631 di antara korban tewas adalah jamaah asal Indonesia.

Kebanyakan korban merupakan para orangtua lanjut usia. Fisik mereka tak kuat dalam himpitan ribuan jamaah. Apalagi saat itu cuaca panas mencapai 44 derajat Celsius.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Tuty Alawiyah, saat kejadian pada 1990 hanya berjarak 100 meter dari lokasi. Beruntung, ia tak ikut celaka.

Kini, 25 tahun berlalu, bencana saat puncak ibadah haji terulang. Keluarga jamaah di Indonesia menunggu kabar terbaru.

KJRI ke Lokasi Lacak WNI yang Jadi Korban Tragedi Mina

Merespon kejadikan tewasnya ratusan jamaah haji dalam prosesi hari di Mina, Tim Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) turun ke lokasi untuk mencari apakah ada warga negara Indonesia yang ikut menjadi korban.

"Tim dari KJRI sudah ke lokasi. Sedang cari informasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat mengenai ada tidaknya WNI yang jadi korban," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lengkap mengenai insiden apa yang terjadi.

Diduga korban tewas karena terinjak-injak karena berdesak-desakan dalam prosesi haji pada hari yang bertepatan dengan peringatan Idul Adha 1436 H. Kejadian serupa pernah terjadi sekitar 25 tahun yang lalu. Waktu itu korban tewas diperkirakan sekitar 600 korban lebih.

Foto Update Tragedi Mina





Tim medis berusaha menolong para korban.

TRAGEDI MINA. Foto: Akun twitter resmi Direktur Jenderal Pertahanan Sipil Kerajaan Saudi Arabia @KSA_998

Korban jiwa di Terowongan Mina Terus Bertambah

Masih segar di ingatan kita, tanggal 11 September 2015 kemarin, ketika terjadi korban yang meninggal akibat terjatuhnya Crane di tanah suci. Hari ini, 24 September 2105 sekitar pukul 15:00 WIB telah terjadi tragedi lagi di Mina. Korban diperkirakan lebih dari 220 orang dan akan terus bertambah lagi.

Liputan6.com, Mina Sebuah kejadian yang tak diinginkan terjadi pada akhir pelaksanaan ibadah haji di Mina, Arab Saudi.. Peristiwa itu terjadi di Jalan 204. Jalan ini merupakan salah satu dari dua jalan utama menuju melalui kamp di Mina, tempat para peziarah melempar jumrah.

Akibat berdesak-desakan, sejumlah jemaah haji menjadi korban. Insiden terjadi di Mina, kota tetangga Mekah demikian dilaporkan al-Ekhbariya mengutip pernyataan pejabat pertahanan sipil. Badan pertahanan sipil sejauh ini telah mengirimkan 2 tim medis ke lokasi kejadian. Insiden Mina menambah kabar duka dari Tanah Suci. Dua minggu sebelumnya, lebih dari 100 jemaah wafat saat angin kencang merubuhkan crane yang ada di Masjidil Haram. (Ein)